Secara pribadi budaya yang ada di Surabaya , Jawa Timur
memiliki ciri khas yang sangat melekat di telinga orang lain maupun saya
sendiri , berikut ini saya lampirkan budaya yg dilihat secara umum :
Jawa Timur mempunyai sejumlah kesenian khas. Ludruk
adalah salah satu kesenian Jawa Timuran yang cukup terkenal, yakni seni panggung
yang biasanya seluruh pemainnya adalah laki-laki. Berbeda dengan ketoprak yang
menceritakan kehidupan istana, ludruk menceritakan kehidupan sehari-hari rakyat
jelata, yang seringkali dibumbui dengan humor dan kritik sosial, dan biasanya
dibuka dengan Tari Remo dan parikan. Saat ini kelompok ludruk tradisional dapat
dijumpai di daerah Surabaya, Mojokerto, dan Jombang; walaupun keberadaannya
semakin dikalahkan dengan modernisasi.
Adat istiadat di kawasan Tapal Kuda banyak dipengaruhi oleh
budaya Madura, mengingat besarnya populasi Suku Madura di kawasan ini. Adat
istiadat masyarakat Osing adalah perpaduan budaya Jawa, Madura, dan Bali.
Sementara adat istiadat Suku Tengger banyak dipengaruhi oleh budaya Hindu.
Masyarakat desa di Jawa Timur, seperti halnya di Jawa Tengah, mempunyai ikatan yang berdasar persahabatan dan teritorial. Penduduk Jawa Timur biasanya menganut perkawinan monogami. Sebelum dilakukan lamaran, pihak laki-laki melaksanakan acara nako'ake (menanyakan apakah si gadis sudah mempunyai calon suami), setelah itu dilakukan peningsetan (lamaran).
Masyarakat desa di Jawa Timur, seperti halnya di Jawa Tengah, mempunyai ikatan yang berdasar persahabatan dan teritorial. Penduduk Jawa Timur biasanya menganut perkawinan monogami. Sebelum dilakukan lamaran, pihak laki-laki melaksanakan acara nako'ake (menanyakan apakah si gadis sudah mempunyai calon suami), setelah itu dilakukan peningsetan (lamaran).
Bentuk bangunan Jawa Timur bagian barat (seperti di Ngawi,
Madiun, Magetan, dan Ponorogo) biasanya mirip dengan bentuk bangunan Jawa
Tengahan (Surakarta). Bangunan khas Jawa Timur biasanya memiliki bentuk joglo,
bentuk limasan (dara gepak), bentuk srontongan (empyak setangkep).
Masa kolonialisme Hindia-Belanda juga meninggalkan sejumlah bangunan kuno. Kota-kota di Jawa Timur banyak terdapat bangunan yang didirikan pada era kolonial, terutama di Surabaya dan Malang.
Masa kolonialisme Hindia-Belanda juga meninggalkan sejumlah bangunan kuno. Kota-kota di Jawa Timur banyak terdapat bangunan yang didirikan pada era kolonial, terutama di Surabaya dan Malang.
Berikut ini adalah berbagai kebidayaan yang terdapat di
Provinsi Jawa Timur:
1. Seni Tari
1. Seni Tari
Tari Remong, sebuah tarian dari Surabaya yang melambangkan jiwa, kepahlawanan. Ditarikan pada waktu menyambut para tamu. Reog Ponorogo, adalah tari daerah Jawa Timur yang menunjukkan keperkasaan, kejantanan dan kegagahan.
2. Musik
Musik tradisional Jawa Timur nyaris sama dengan musik gamelan Jawa Tengah seperti Macam laras (tangga nada) yang digunakan yaitu gamelan berlaras pelog dan berlaras slendro. Nama-nama gamelan yang ada misalnya ; gamelan kodok ngorek, gamelan munggang, gamelan sekaten, dan gamelan gede.
Kini gamelan dipergunakan untuk mengiringimacam acara, seperti; mengiringi pagelaran wayang kulit, wayang orang, ketoprak, tari-tarian, upacara sekaten, perkawinan, khitanan, keagaman, dan bahkan kenegaraan.Di Madura musik gamelan yang ada disebut Gamelan Sandur.
3. Rumah adat
Bentuk bangunan Jawa Timur bagian barat (seperti di Ngawi, Madiun, Magetan, dan Ponorogo) biasanya mirip dengan bentuk bangunan Jawa Tengahan (Surakarta). Bangunan khas Jawa Timur biasanya memiliki bentuk joglo , bentuk limasan (dara gepak), bentuk srontongan (empyak setangkep). Masa kolonialisme Hindia-Belanda juga meninggalkansejumlah bangunan kuno. Kota-kota di Jawa Timur banyak terdapat bangunan yang didirikan pada era kolonial, terutama di Surabaya dan Malang.
4. Pakaian adat
Pakaian adat jawa timur ini disebut mantenan. pakaian ini sering digunakan saat perkawinan d masyarakat magetan jawa timur. Pada Pakaian adat Jawa Timur mencerminkan ketegasan dan kesederhanaan kebudayaan Jawa Timur. Selain itu yang membedakan pakain adat Jawa Timur dengan Jawa Tengah adalah penutup kepala yang dipakai atau Odheng. Arloji rantai danf sebum dhungket atau tongkat.
Pakaian adat Jawa Timur biasa disebut dengan Mantenan. Karena biasanya dipakai pada saat acara perkawinan oleh masyarakat jawa Timur. Selain busana Mantenan, pakaian khas Madura juga termasuk pakain adat Jawa Timur. Pakaian khas Madura biasa disebut pesa’an. Pakaian ini terkesan sederhana sebab hanya berupa kaos bergaris merah putih dan celana longgar. Untuk wanita biasa menggunakan kebaya.
5. Karapan Sapi
Karapan sapi adalah pacuan sapi khas dari Pulau Madura. Dengan menarik sebentuk kereta, dua ekor sapi berlomba dengan diiringi oleh gamelan Madura yang disebut saronen. Pada perlombaan ini, sepasang sapi yang menarik semacam kereta dari kayu (tempat joki berdiri dan mengendalikan pasangan sapi itu) dipacu dalam lomba adu cepat melawan pasangan-pasangan sapi lain.
6. Reog Ponorogo
Reog adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari Jawa Timur, khususnyakota Ponorogo. Tak hanya topeng kepala singa saja yang menjadi perangkat wajib kesenian ini. Tapi juga sosok warok dan gemblak yang menjadi bagian dari kesenian Reog.
Ragam Budaya dan ciri Khas Surabaya
Budaya daerah, tradisi dan gaya hidup yang berbeda di setiap
daerah merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk berkunjung. Budaya
daerah ini antara lain, kesenian, pakaian adat, upacara adat, gaya hidup, dan
kepercayaan.
Kota Surabaya
Surabaya merupakan kota multi etnis yang kaya akan budaya.
Beragam etnis bermigrasi ke Surabaya. Sebut saja etnis Melayu, China, India,
Arab dan Eropa sementara etnis Nusantara sendiri antara Lain Madura, Sunda,
Batak, Kalimantan, Bali, Sulawesi datang dan menetap, hidup bersama serta
membaur dengan penduduk asli membentuk pluralisme budaya yang kemudian menjadi
ciri khas kota Surabaya.
Inilah yang membedakan kota Surabaya dengan kota-kota di Indonesia. Bahkan ciri khas ini sangat kental mewarnai kehidupan pergaulan sehari-hari. Sikap pergaulan yang sangat egaliter, terbuka, berterus terang, kritik dan mengkritik merupakan sikap hidup yang dapat ditemui sehari-hari. Budaya Surabaya yang terkenal antara lain Undukan Doro, Musik Patrol dan Manten Pegon. Salah satu upaya Pemerintah Kota Surabaya untuk melestarikan budaya kota Surabaya adalah dengan pemilihan Cak dan Ning Surabaya, yaitu duta budaya kota Surabaya.
Makanan dari Kota Surabaya yang harus anda coba :
Tahu Tek
Makanan khas Surabaya berikutnya adalah tahu tek. Makanan
ini berbahan tahu yang dipotong menjadi bebentuk kotak kecil-kecil dan
digoreng. Tahu ini disajikan dengan gorengan kentang, kecambah dan ketimun yang
dipotong kecil dan panjang seperti acar. Hidangan ini lalu dilumuri dengan saus
gelap yang terbuat dari ulegan kacang tanah dengan petis, bawang putih dan
cabe. Untuk menambah nikmatnya, hidangan yang biasanya dikonsumsi malam hari
ini ini juga ditaburi kerupuk udang dan bawang goreng.
Lontong Balap
Makanan khas Surabaya ini terbuat dari bahan lontong, tahu
dan letho. Lontong dan tahunya diiris tipis-tipis dan ditaburi remesan
lentho. Sajian ini lalu dilengkapi dengan sejumlah besar tauge yang
direbus hingga setengah matang dan diberi kuah. Kecap, sambal dan bawang goreng
ditambahkan agar membuat makanan ini semakin nikmat. Biasanya, orang Surabaya
mengkonsumsi makanan ini bersama dengan sate kerang.
Pecel Semanggi
Jenis makanan khas Jawa Timur ini sangat seru untuk
disantap. Dibuat dari daun semanggi yang dikukus dan kemudian dinikmati dengan
sambal membuat lidah tak tahan menahan selera.Pecel ini berbahan dan bumbu
mirip dengan pecel-pecel dari daerah lainnya, hanya saja sayurannya menggunakan
bahan daun dari tumbuhan semanggi. Biasanya pecel semanggi disajikan dengan
wadah daun pisang.
Rujak Cingur
Rujak adalah makanan yang terkenal di banyak tempat di
Indonesia. Namun, berbeda dengan rujak-rujak lain yang berisi buah-buahan
disiram dengan sambal gula merah, di Surabaya, rujak ada dua macam. Jenis yang
biasa kita konsumsi yang berbahan mangga, bengkoang, mentimun dan nanas dengan
bumbu gula merah, kacang dan asam dikenal sebagai rujak manis atau rujak buah.
Sedangkan, di Surabaya sendiri ada rujak khas yang bernama rujak cingur yang
sangat terkenal di Jawa Timur.
Sate Kol
Kol adalah hewan mirip dengan kerang namun hidupnya di sawah
dan berukuran lebih besar. Sate kol merupakan salah satu makanan khas Surabaya
dimana beberapa kol ditusuk dengan tusuk sate dan dipanggang lalu dilumeri
bumbu kecap atau bumbu merah. Makanan yang mengandung banyak protein ini
biasanya dijual per tusuk dengan harga mulai Rp. 2.000 saja.
Kesenian di Surabaya yang harus Anda tahu
Kehidupan berkesenian Kota Surabaya tumbuh dengan baik.
Kesenian tradisional dan modern saling melengkapi membentuk keragaman kesenian
Surabaya. Kesenian tradisional tumbuh karena perjalanan sejarah melawan
penjajahan zaman dahulu sampai saat ini tetap dilestarikan. Bentuk kesenian
tradisional banyak ragamnya. Ada seni tari, seni musik dan seni panggung.
Sudah sangat dikenal kalau Ludruk adalah kesenian rakyat asli Jawa Timur. Kesenian rakyat yang berasal dari Jombang ini, menjadi maskot budaya khas Surabaya, terutama tarian Ngremo – nya. Ludruk sudah ada sejak jaman Jepang sekitar tahun 1942. Dan menjadi sangat populer di Surabaya sejak zaman revolusi.
Sudah sangat dikenal kalau Ludruk adalah kesenian rakyat asli Jawa Timur. Kesenian rakyat yang berasal dari Jombang ini, menjadi maskot budaya khas Surabaya, terutama tarian Ngremo – nya. Ludruk sudah ada sejak jaman Jepang sekitar tahun 1942. Dan menjadi sangat populer di Surabaya sejak zaman revolusi.
Upaya untuk mewujudkan kehidupan berkesenian di Surabaya
dikembangkan Dewan Kesenian Surabaya (DKS) maupun perkumpulan-perkumpulan seni
teater, seni lukis dan musik. Pameran seni lukis maupun seni teater seringkali
diselenggarakan di Gedung Balai Pemuda. Sementara pagelaran seni tari
tradisional selalu digelar di Taman Hiburan Rakyat (THR) dan Taman Budaya.
Surabaya Symphony Orchestra (SSO) juga mengambil peran penting dalam
menumbuhkan seni musik di Surabaya.
Ciri Khas Surabaya
Dialek Arekan atau lebih sering dikenal sebagai bahasa
Arekan (Bahasa Jawa : boso Arekan) atau bahasa Suroboyoan adalah sebuah dialek
bahasa Jawa yang dituturkan di Surabaya dan sekitarnya. Dialek ini berkembang
dan digunakan oleh sebagian masyarakat Surabaya dan sekitarnya. Secara
struktural bahasa, bahasa Suroboyoan dapat dikatakan sebagai bahasa paling
kasar. Meskipun demikian, bahasa dengan tingkatan yang lebih halus masih
dipakai oleh beberapa orang Surabaya, sebagai bentuk penghormatan atas orang
lain. Namun penggunaan bahasa Jawa halus (madya sampai krama) di kalangan
orang-orang Surabaya kebanyakan tidaklah sehalus di Jawa Tengah terutama
Yogyakarta dan Surakarta dengan banyak mencampurkan kata sehari-hari yang lebih
kasar.
Kesimpulan :
Banyak hal menarik dari seni dan kebudayaan yang terdapat di
propinsi Jawa Timur. Banyak kesenian khas yang menjadi ciri khas dari budaya
yang terdapat di daerah Jawa Timur. Kota Surabaya yang patut Anda buru ketika
berkunjung ke kota terbesar kedua di Pulau Jawa ini. Di Surabaya terdapat
patung yang melambangkan Buaya dan Hiu di kisahkan tentang perkelahian dua
jenis hewan yang sama-sama gagah dan sama-sama kuat, yaitu seekor Ikan Hiu yang
bernama 'Sura', dan seekor Buaya.
Kota Surabaya adalah ibukota Provinsi Jawa Timur, Indonesia.
Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Dengan
jumlah penduduk metropolisnya yang mencapai 3 juta jiwa, Surabaya merupakan
pusat bisnis, perdagangan, industri, dan pendidikan di kawasan Indonesia timur.
Surabaya terkenal dengan sebutan Kota Pahlawan karena sejarahnya yang sangat
diperhitungkan dalam perjuangan merebut kemerdekaan bangsa Indonesia dari
penjajah.
Kata Surabaya konon berasal dari cerita mitos pertempuran
antara sura (ikan hiu) dan baya (buaya). Meskipun Jawa adalah suku mayoritas
(83,68%), tetapi Surabaya juga menjadi tempat tinggal berbagai suku bangsa di
Indonesia, termasuk suku Madura (7,5%), Tionghoa (7,25%), Arab (2,04%), dan
sisanya merupakan suku bangsa lain atau warga asing.