Jumat, 24 Maret 2017

MACAM MACAM KEBUDAYAAN YANG ADA DI JAWA TIMUR DAN SURABAYA


Secara pribadi budaya yang ada di Surabaya , Jawa Timur memiliki ciri khas yang sangat melekat di telinga orang lain maupun saya sendiri , berikut ini saya lampirkan budaya yg dilihat secara umum :
Jawa Timur mempunyai sejumlah kesenian khas. Ludruk adalah salah satu kesenian Jawa Timuran yang cukup terkenal, yakni seni panggung yang biasanya seluruh pemainnya adalah laki-laki. Berbeda dengan ketoprak yang menceritakan kehidupan istana, ludruk menceritakan kehidupan sehari-hari rakyat jelata, yang seringkali dibumbui dengan humor dan kritik sosial, dan biasanya dibuka dengan Tari Remo dan parikan. Saat ini kelompok ludruk tradisional dapat dijumpai di daerah Surabaya, Mojokerto, dan Jombang; walaupun keberadaannya semakin dikalahkan dengan modernisasi.
Adat istiadat di kawasan Tapal Kuda banyak dipengaruhi oleh budaya Madura, mengingat besarnya populasi Suku Madura di kawasan ini. Adat istiadat masyarakat Osing adalah perpaduan budaya Jawa, Madura, dan Bali. Sementara adat istiadat Suku Tengger banyak dipengaruhi oleh budaya Hindu.
Masyarakat desa di Jawa Timur, seperti halnya di Jawa Tengah, mempunyai ikatan yang berdasar persahabatan dan teritorial. Penduduk Jawa Timur biasanya menganut perkawinan monogami. Sebelum dilakukan lamaran, pihak laki-laki melaksanakan acara nako'ake (menanyakan apakah si gadis sudah mempunyai calon suami), setelah itu dilakukan peningsetan (lamaran). 


Bentuk bangunan Jawa Timur bagian barat (seperti di Ngawi, Madiun, Magetan, dan Ponorogo) biasanya mirip dengan bentuk bangunan Jawa Tengahan (Surakarta). Bangunan khas Jawa Timur biasanya memiliki bentuk joglo, bentuk limasan (dara gepak), bentuk srontongan (empyak setangkep).
Masa kolonialisme Hindia-Belanda juga meninggalkan sejumlah bangunan kuno. Kota-kota di Jawa Timur banyak terdapat bangunan yang didirikan pada era kolonial, terutama di Surabaya dan Malang.

Berikut ini adalah berbagai kebidayaan yang terdapat di Provinsi Jawa Timur:

1. Seni Tari

Tari Remong, sebuah tarian dari Surabaya yang melambangkan jiwa, kepahlawanan. Ditarikan pada waktu menyambut para tamu. Reog Ponorogo, adalah tari daerah Jawa Timur yang menunjukkan keperkasaan, kejantanan dan kegagahan.

2. Musik

Musik tradisional Jawa Timur nyaris sama dengan musik gamelan Jawa Tengah seperti Macam laras (tangga nada) yang digunakan yaitu gamelan berlaras pelog dan berlaras slendro. Nama-nama gamelan yang ada misalnya ; gamelan kodok ngorek, gamelan munggang, gamelan sekaten, dan gamelan gede.

Kini gamelan dipergunakan untuk mengiringimacam  acara, seperti; mengiringi pagelaran wayang kulit, wayang orang, ketoprak, tari-tarian, upacara sekaten, perkawinan, khitanan, keagaman, dan bahkan kenegaraan.Di Madura musik gamelan yang ada disebut Gamelan Sandur.

3. Rumah adat

Bentuk bangunan Jawa Timur bagian barat (seperti di Ngawi, Madiun, Magetan, dan Ponorogo) biasanya mirip dengan bentuk bangunan Jawa Tengahan (Surakarta). Bangunan khas Jawa Timur biasanya memiliki bentuk joglo , bentuk limasan (dara gepak), bentuk srontongan (empyak setangkep). Masa kolonialisme Hindia-Belanda juga meninggalkansejumlah bangunan kuno. Kota-kota di Jawa Timur banyak terdapat bangunan yang didirikan pada era kolonial, terutama di Surabaya dan Malang.

4. Pakaian adat

Pakaian adat jawa timur ini disebut mantenan. pakaian ini sering digunakan saat perkawinan d masyarakat magetan jawa timur. Pada Pakaian adat Jawa Timur mencerminkan ketegasan dan kesederhanaan kebudayaan Jawa Timur. Selain itu yang membedakan pakain adat Jawa Timur dengan Jawa Tengah adalah penutup kepala yang dipakai atau Odheng. Arloji rantai danf sebum dhungket atau tongkat.

Pakaian adat Jawa Timur biasa disebut dengan Mantenan. Karena biasanya dipakai pada saat acara perkawinan oleh masyarakat jawa Timur. Selain busana Mantenan, pakaian khas Madura juga termasuk pakain adat Jawa Timur. Pakaian khas Madura biasa disebut pesa’an. Pakaian ini terkesan sederhana sebab hanya berupa kaos bergaris merah putih dan celana longgar. Untuk wanita biasa menggunakan kebaya.


5. Karapan Sapi

Karapan sapi adalah pacuan sapi khas dari Pulau Madura. Dengan menarik sebentuk kereta, dua ekor sapi berlomba dengan diiringi oleh gamelan Madura yang disebut saronen. Pada perlombaan ini, sepasang sapi yang menarik semacam kereta dari kayu (tempat joki berdiri dan mengendalikan pasangan sapi itu) dipacu dalam lomba adu cepat melawan pasangan-pasangan sapi lain.


6. Reog Ponorogo

Reog adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari Jawa Timur, khususnyakota  Ponorogo. Tak hanya topeng kepala singa saja yang menjadi perangkat wajib kesenian ini. Tapi juga sosok warok dan gemblak yang menjadi bagian dari kesenian Reog.

Ragam Budaya dan ciri Khas Surabaya
Budaya daerah, tradisi dan gaya hidup yang berbeda di setiap daerah merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk berkunjung. Budaya daerah ini antara lain, kesenian, pakaian adat, upacara adat, gaya hidup, dan kepercayaan.
Kota Surabaya
Surabaya merupakan kota multi etnis yang kaya akan budaya. Beragam etnis bermigrasi ke Surabaya. Sebut saja etnis Melayu, China, India, Arab dan Eropa sementara etnis Nusantara sendiri antara Lain Madura, Sunda, Batak, Kalimantan, Bali, Sulawesi datang dan menetap, hidup bersama serta membaur dengan penduduk asli membentuk pluralisme budaya yang kemudian menjadi ciri khas kota Surabaya.

Inilah yang membedakan kota Surabaya dengan kota-kota di Indonesia. Bahkan ciri khas ini sangat kental mewarnai kehidupan pergaulan sehari-hari. Sikap pergaulan yang sangat egaliter, terbuka, berterus terang, kritik dan mengkritik merupakan sikap hidup yang dapat ditemui sehari-hari. Budaya Surabaya yang terkenal antara lain Undukan Doro, Musik Patrol dan Manten Pegon. Salah satu upaya Pemerintah Kota Surabaya untuk melestarikan budaya kota Surabaya adalah dengan pemilihan Cak dan Ning Surabaya, yaitu duta budaya kota Surabaya.

Makanan dari Kota Surabaya yang harus anda coba :


Tahu Tek
Makanan khas Surabaya berikutnya adalah tahu tek. Makanan ini berbahan tahu yang dipotong menjadi bebentuk kotak kecil-kecil dan digoreng. Tahu ini disajikan dengan gorengan kentang, kecambah dan ketimun yang dipotong kecil dan panjang seperti acar. Hidangan ini lalu dilumuri dengan saus gelap yang terbuat dari ulegan kacang tanah dengan petis, bawang putih dan cabe. Untuk menambah nikmatnya, hidangan yang biasanya dikonsumsi malam hari ini ini juga ditaburi kerupuk udang dan bawang goreng.



Lontong Balap
Makanan khas Surabaya ini terbuat dari bahan lontong, tahu dan letho. Lontong dan tahunya diiris tipis-tipis dan ditaburi remesan lentho. Sajian ini lalu dilengkapi dengan sejumlah besar tauge yang direbus hingga setengah matang dan diberi kuah. Kecap, sambal dan bawang goreng ditambahkan agar membuat makanan ini semakin nikmat. Biasanya, orang Surabaya mengkonsumsi makanan ini bersama dengan sate kerang.


Pecel Semanggi
Jenis makanan khas Jawa Timur ini sangat seru untuk disantap. Dibuat dari daun semanggi yang dikukus dan kemudian dinikmati dengan sambal membuat lidah tak tahan menahan selera.Pecel ini berbahan dan bumbu mirip dengan pecel-pecel dari daerah lainnya, hanya saja sayurannya menggunakan bahan daun dari tumbuhan semanggi. Biasanya pecel semanggi disajikan dengan wadah daun pisang.

Rujak Cingur
Rujak adalah makanan yang terkenal di banyak tempat di Indonesia. Namun, berbeda dengan rujak-rujak lain yang berisi buah-buahan disiram dengan sambal gula merah, di Surabaya, rujak ada dua macam. Jenis yang biasa kita konsumsi yang berbahan mangga, bengkoang, mentimun dan nanas dengan bumbu gula merah, kacang dan asam dikenal sebagai rujak manis atau rujak buah. Sedangkan, di Surabaya sendiri ada rujak khas yang bernama rujak cingur yang sangat terkenal di Jawa Timur.



Sate Kol
Kol adalah hewan mirip dengan kerang namun hidupnya di sawah dan berukuran lebih besar. Sate kol merupakan salah satu makanan khas Surabaya dimana beberapa kol ditusuk dengan tusuk sate dan dipanggang lalu dilumeri bumbu kecap atau bumbu merah. Makanan yang mengandung banyak protein ini biasanya dijual per tusuk dengan harga mulai Rp. 2.000 saja.






Kesenian di Surabaya yang harus Anda tahu

Kehidupan berkesenian Kota Surabaya tumbuh dengan baik. Kesenian tradisional dan modern saling melengkapi membentuk keragaman kesenian Surabaya. Kesenian tradisional tumbuh karena perjalanan sejarah melawan penjajahan zaman dahulu sampai saat ini tetap dilestarikan. Bentuk kesenian tradisional banyak ragamnya. Ada seni tari, seni musik dan seni panggung.

Sudah sangat dikenal kalau Ludruk adalah kesenian rakyat asli Jawa Timur. Kesenian rakyat yang berasal dari Jombang ini, menjadi maskot budaya khas Surabaya, terutama tarian Ngremo – nya. Ludruk sudah ada sejak jaman Jepang sekitar tahun 1942. Dan menjadi sangat populer di Surabaya sejak zaman revolusi.


Upaya untuk mewujudkan kehidupan berkesenian di Surabaya dikembangkan Dewan Kesenian Surabaya (DKS) maupun perkumpulan-perkumpulan seni teater, seni lukis dan musik. Pameran seni lukis maupun seni teater seringkali diselenggarakan di Gedung Balai Pemuda. Sementara pagelaran seni tari tradisional selalu digelar di Taman Hiburan Rakyat (THR) dan Taman Budaya. Surabaya Symphony Orchestra (SSO) juga mengambil peran penting dalam menumbuhkan seni musik di Surabaya.

Ciri Khas Surabaya

Dialek Arekan atau lebih sering dikenal sebagai bahasa Arekan (Bahasa Jawa : boso Arekan) atau bahasa Suroboyoan adalah sebuah dialek bahasa Jawa yang dituturkan di Surabaya dan sekitarnya. Dialek ini berkembang dan digunakan oleh sebagian masyarakat Surabaya dan sekitarnya. Secara struktural bahasa, bahasa Suroboyoan dapat dikatakan sebagai bahasa paling kasar. Meskipun demikian, bahasa dengan tingkatan yang lebih halus masih dipakai oleh beberapa orang Surabaya, sebagai bentuk penghormatan atas orang lain. Namun penggunaan bahasa Jawa halus (madya sampai krama) di kalangan orang-orang Surabaya kebanyakan tidaklah sehalus di Jawa Tengah terutama Yogyakarta dan Surakarta dengan banyak mencampurkan kata sehari-hari yang lebih kasar.


Kesimpulan : 
Banyak hal menarik dari seni dan kebudayaan yang terdapat di propinsi Jawa Timur. Banyak kesenian khas yang menjadi ciri khas dari budaya yang terdapat di daerah Jawa Timur. Kota Surabaya yang patut Anda buru ketika berkunjung ke kota terbesar kedua di Pulau Jawa ini.  Di Surabaya terdapat patung yang melambangkan Buaya dan Hiu di kisahkan tentang perkelahian dua jenis hewan yang sama-sama gagah dan sama-sama kuat, yaitu seekor Ikan Hiu yang bernama 'Sura', dan seekor Buaya.


Kota Surabaya adalah ibukota Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Dengan jumlah penduduk metropolisnya yang mencapai 3 juta jiwa, Surabaya merupakan pusat bisnis, perdagangan, industri, dan pendidikan di kawasan Indonesia timur. Surabaya terkenal dengan sebutan Kota Pahlawan karena sejarahnya yang sangat diperhitungkan dalam perjuangan merebut kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajah.



Kata Surabaya konon berasal dari cerita mitos pertempuran antara sura (ikan hiu) dan baya (buaya). Meskipun Jawa adalah suku mayoritas (83,68%), tetapi Surabaya juga menjadi tempat tinggal berbagai suku bangsa di Indonesia, termasuk suku Madura (7,5%), Tionghoa (7,25%), Arab (2,04%), dan sisanya merupakan suku bangsa lain atau warga asing.

Orientasi Nilai Budaya yang ada di Indonesia


BAB 1
Pembuka
1.1 Latar belakang
Nilai – Nilai budaya merupakan nilai nilai yang disepakati dan tertanam dalam suatu masyarakat, lingkup organisasi, lingkungan masyarakat, yang mengakar pada suatu kebiasaan, kepercayaan, simbol – simbol dengan karateristik tertentu yang dapat menbedakan satu dan lainnya sebagai acuan perilaku dan tanggapan atas apa yang terjadi.
Terdapat banyak nilai kehidupan yang ditanamkan oleh setiap budaya yang ada di dunia. Nilai kebuduyaan pasti berbeda - beda pada dasarnya tetapi kesekian banyak kebudayaan di dunia ini memiliki orientasi orientasi yang hampir sejalan terhadap yang lainnya.

1.2 Tujuan
Tujuan pada artikel yang sangat banyak kekurangan ini adalah untuk memenuhi tugas kuliah berupa Ilmu Sosial Dasar yaitu tentang Orientasi Nilai Budaya dan juga sebagai media pembelajaran saya untuk tidak melupakan nilai nilai budaya baik budaya yang terdapat di dalam negeri maupun di luar negeri, dan mempelajari lebih dalam tentang kebudayaan kebudayaan tersebut.

BAB 2
ISI
2.1   Pengertian kebudayaan Secara Singkat
Melville J.Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Dari berbagai definisi mengenai kebuadayaan, dapaat diperoleh pengertian mengenai kebuayaan adalah suatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari hari, kebudayaan itu bersifat absatrak.sedangkan perwujudan kebudayaan itu sendiri adalah benda benda yang di ciptakan manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda benda yang bersifat nyata, misalnya dalam pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni dan sebagainya. Yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat luas.
Dalam orientasi nilai budaya terdapat 5 gagasan masalah pokok yang di cetus oleh C.Kluckhon di dalam karyanya yaitu Variation in Value Oriented dan juga ia juga mengemukakan bahwa nilai budaya merupakan sebuah konsep beruanglingkup luas yang hidup dalam alam fikiran sebagian besar warga suatu masyarakat, mengenani aoa yang paling berharga didalam hidup. Rangkaian konsep itu satu sama lain saling berkaitan dan merupakan sebuah sistem nilai nilai budaya .
1.       Hakekat Hidup Manusia
2.       Hakekat Karya Manusia
3.       Hakekat Waktu Manusia
4.       Hakekat Alam Manusia
5.       Hakekat Hubungan Manusia
Inti dari aspek aspek tersebut adalah untuk mengajarkan kepada kita semua bagaimana kita bisa menyelaraskan kehidupan kita dengan kehidupan yang lain seperti alam, hewan, tumbuhan , manusia dan sebagainya. 
2.2   Nilai Nilai Budaya Budaya Bangsa Indonesia
Bangsa indonesia adalah bangsa yang memiliki nilai nilai budaya yang sangat kaya dengan beragam suku yang berada di indonesia. Ragam suku yang berada di daerah – daerah indonesia membuat masing masing daerah tersebut memiliki khas budayanya masing – masing, namun secara umum nilai – nilai budaya bangsa indonesia ini memiliki kesamaan yang khas.
Salah satu kebudayaan khas bangsa indonesia adalah gotong royong. Gotong royong merupakan suatu konsep yang erat sangkut pautnya dengan kehidupan rakyat indonesia sebagai masyarakat agraris, oleh karena itu gotong royong bernilai tinggi. Gotong royong merupakan sistem pengerahan tenaga tambahan dari luar kalangan untuk mengisi kekurangan tenaga pada masa – masa sibuk dalam lingkaran aktifitas tolong menolong antar masyarakat. Aktivitas tersebut tampak dalam antar tetangga, antar kerabat dana terjadi secara spontan tanpa ada permintaan atau pamrih bila ada sesama yang sedang kesusahaan.
Nilai budaya khas bangsa indonesia lainnya yaitu saling menghargai. Saling menghargai adalah salah satu dampak positif dari keberagaman suku di indonesia, dengan banyaknya perbedaan dan keberagaman di indonesia, justru membuat bangsa indonesia belajar mengesampingkan perbedaan dan lebih menghargai agar tidak terjadi gesekan antar sesama bangsa indonesia.
Nilai budaya khas bangsa indonesia berikutnya adalah musyawarah atau mufakat. Musyawarah berasal dari kata Syawara yaitu berasal dari Bahasa Arab yang berati Berunding, urun rembuk atau mengatakan dan mengajukan sesuatu, istilah istilah lain dalam tata Negara Indonesia dan kehidupan modern tentang musyawarah dikenal dengan sebutan “syoro”, “rembug desa”,”kerapatan nagari” bahkan “demokrasi”. Musyawarah atau mufakat adalah nilai yang begitu melekat pada bangsa indonesia, nilai ini menekankan alangkah lebih baiknya jika segala sesuatunya dirungding terlebih dahulu dan ditimbang baik atau buruknya. Musyawarah atau mufakat dapat menghindari dari keputusan yang terburu – buru dan kurang tepat.
Budaya khas lain yang dimiliki oleh masyarakat bangsa indonesia adalah negara dan ideologi agam yang mengakar di lapisan masyarakat saling tumpang tindih. Hal tersebut menjadi sangat sulit dibedakan. Indonesia merupakan contoh yang hebat dari adanya kesesuaian islam (ideologi agama) dengan demokrasi ( Wahid. 2001). Walaupun masyarakat indonesia mayoritas beragama islam tetapi indonesia buakn merupakan negara dengan pemerintahan yang bersifat teokrasi. Masyarakat indonesia menyetujui adanya nilai nilai patriotik, dan hal tersebut di jadikan dasar pembentuk negara indonesia. Pada era reformasi peluang berpolitik semakin terbuka lebar, namun peranan agama disini harus hilang sebagai sikap toleransi. Sekalipun agama memainkan peran penting dalam nilai – nilai bermasyarakat tetapi arena politik harus sejalan dengan sebagai agama metinya politik(Wahid, 2001)

PENUTUP
Dari artikel yang saya buat adalah kita sebagai bangsa indonesia harus berorientasi kepada nilai budaya kita sendiri yaitu contoh nya adat dan istiadat yang merupakan warisan yang telah diturunkan sejak dini secara turun temurun dan juga sepatutnta tetap kita jaga dan dapat dilihat sebagai suatu ciri khas atau pembeda dari bangsa bangsa lain.