Minggu, 30 April 2017

STRATEGI KEBUDAYAAN

Memahami kebudayaan secara luas, tentu tidak sebatas kegiatan kesenian, peninggalan sejarah, upacara tradisional, atau hukum adat semata.
Kebudayaan pada dasarnya suatu sistem pengetahuan dan gagasan yang dimiliki suatu kelompok masyarakat yang berfungsi sebagai pedoman mereka bersikap dan berperilaku.
Seiring dengan arus globalisasi, nampaknya kebudayaan kita (bangsa Indonesia) masih belum siap menghadapinya. Mau kembali ke masa lalu : tidak mungkin, menuju ke masa depan : bingung. Kita cenderung konsumtif mengambil makna simbolik yang instant seperti fanatisme terhadap budaya K-Pop (Korea), film-film India, maupun pada hal-hal yang berbau asing atau Western.
Lalu, kebudayaan Indonesia mau dibawa ke mana? Ciri-ciri atau tanda-tanda globalisasi antara lain pasar bebas, tuntutan Hak Asasai Manusia, isu lingkungan hidup, maupun arus informasi ke semua belahan negara melalui media sosial baik tweeter, facebook, BBM-an, atau sarana lainnya.
Terhadap arus informasi yang tak bis dibendung itu, suka – tidak suka, siap – tidak siap, mau – tidak mau, kita harus menghadapinya. Tidak ada batas-batas dalam berkomunikasi antar negara, meski secara fisik masih ada batas-batas negara.
Cara pandang atau strategi negara kita dalam membangun pada masa lalu, menurut Mahfud MD (menyitir pernyataan Mustofa Bisri), perlu menjadi pembelajaran kita bersama. Memandang ekonomi sebagai panglima pada masa Orde Baru telah melahirkan “Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme” yang akarnya tidak mudah dimusnahkan hingga Masa Reformasi sekarang ini.
Memandang politik sebagai panglima pada Masa Bung Karno (tahun 1965-an) juga telah gagal membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang berbudaya dan sejahtera. Oleh karena itu kita butuh alternatif cara pandang atau strategi yang lain dalam membangun negara ini, yakni melalui “Strategi Kebudayaan Menuju Kemandirian Budaya Bangsa Indonesia”.
Ini merupakan pidato kebudayaan beliau pada acara Kebangkitan Nasional 2013 Membaca Puisi Membaca Indonesia, Selasa Pon 14 Mei 2013 pukul 19.30 WIB-selesai di Tembi RUMAH BUDAYA (Jl. Parangtritis Km. 8,4, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta).
Inti pidato beliau adalah bangsa Indonesia tengah kehilangan arah, kehilangan jati dirinya sebagai “WHO AM I?”.
Bangsa ini telah mengalami 4D, yakni Disorientasi Budaya, Dismotivasi Budaya, Disfungsi Budaya, dan Dependensi Budaya.
Disorientasi Budaya dialami bangsa ini, karena budaya kita berorientasi tidak jelas, mau dibawa ke mana? Dismotivasi Budaya ditunjukkan bangsa ini, karena budaya kita tengah kehilangan motivasi luhur dan unggul dalam menentukan dan menjalankan langkah-langkahnya ke depan.
Disfungsi Budaya bangsa ini tercermin dari proses degradasi fungsi budaya akibat korban proses komersialisasi (industri hiburan dan industru wisata) serta politisasi sesaat para politisi. Dependensi budaya bangsa ini diperlihatkan dengan ketergantungan kita pada budaya global dibawah kendali rezim budaya Amerika, Eropa, Jepang, Cina, India, dan Korea.
Dalam hal agama, budaya kita mulai berada dibawah kendali rezim budaya Arab-Mesir puritan. Itulah kondisi obyektif bangsa Indonesia saat ini, jika ditilik dari sudut kebudayaan.
Untuk mengatasi keadaan itu, bangsa Indonesia masih memiliki potensi obyektif berupa potensi historis, potensi cita-cita (sosial dan individual), potensi infrastruktur budaya, serta potensi semangat kemandirian. Potensi historis : kita bagian dari sejarah Nusantara yang besar, jaya dan menyejahterakan rakyat. Dari sejarah Nusantara, kita dapat belajar banyak dari kekuatan kerajaan maritim yang terbentang dari Aceh sampai Maluku. Kita dapat pula belajar darai kerajaan agraris di Pulau Jawa, dan dari kerajaan maritim-agraris-agamis dari berbagai kerajaan yang beribukota di pantai-pantai atau di pinggir sungai-sungai besar.
Potensi cita-cita baik individual maupun sosial tercermin dalam sastra tutur (peribahasa) maupun sastra tulis yang jumlahnya sangat banyak, termasuk dalam sastra pertunjukan yang hidup di berbagai pelosok Nusantara maupun dalam puisi-puisi.
Potensi infrastruktur budaya bangsa Indonesia meliputi :
(1) kerajaan-kerajaan Nusantara (2) kitab-kitab Nusantara (3) tempat ibadah dan makam-makam Nusantara (4) museum-museum Nusantara (5) lembaga-lembaga pendidikan, dengan sistem pesantren maupun persekolahan dari semua tingkatan (6) kelompok-kelompok dan komunitas kesenian dan kebudayaan daerah (7) ormas dan LSM pendukung budaya dan seni Nusantara dan Indonesia (8) tokoh-tokoh budayawan dan seniman Nusantara dan Indonesia (9) perpustakaan-perpustakaan (10) gedung-gedung, galeri-galeri, balai-balai budaya, pendapa-pendapa, sanggar-sanggar kesenian, auditorium, plaza-plaza, dan hall-hall (11) penerbit-penerbit (12) studio rekaman auditif, audio visual dan visual Potensi semangat kemandirian budaya bangsa ini ditunjukkan sebagai semangat perlawanan kebudayaan.
Ketika terjadi “perang kuliner” melawan kuliner yang berasal dari Amerika, Eropa, Cina, Jepang, Korea, masyarakat kita pun merespon dengan terus membangun rumah makan masakan Minang (Padang), pecel Madiun, Gudeg Yogya, aneka soto khas lokal/daerah, aneka sate,  ikan pepes Sunda, kue-kue khas daerah, bakmi Jawa, bakmi Jakarta, aneka martabak, dan aneka minuman daerah seperti bajigur, serbat, secang, dan sebagainya.
Perlawanan budaya juga nampak pada “perang pertunjukan”  budaya tradisi melawan  budaya asing yang bersifat global. Strategi apakah yang harus kita lakukan untuk kembali menumbuhkembangkan kebudayaan kita sendiri?
Strategi pertama : Integrasi Budaya, yakni menyatukan ide Nusantara dengan ide Indonesia. Nusantara sebagai akar sekaligus ruh dari kebudayaan Indonesia. Integrasi antara budaya dan seni berbasis maritim-agraris dengan berbasisi industri juga perlu kita lakukan. Integrasi cita-cita seni budaya yang berorientasi pada masa silam, masa depan dan keperluan kita hari ini.
Strategi kedua : Strategi Transformasi Budaya, yakni memanfaatkan atau mengolah khazanah budaya lama yang kita miliki untuk keperluan kita hari ini dan masa depan, atau dalam bahasa Islam ini disebut dengan “Ijtihad Budaya”.
Strategi ketiga : Strategi Komunikasi dan Produksi Budaya, yakni mempresentasikan dan memproduksi karya-karya budaya dan seni sebanyak-banyaknya, hingga kita mampu mengekspor karya-karya tersebut.
Strategi keempat : Strategi Independensi Budaya, yakni strategi kemandirian budaya kita sendiri. Ini merupakan pilihan untuk membangun budaya yang berakar pada budaya Nusantara dan Indonesia dissesuaikan dengan kondisi dan tuntutan jaman.


MANUSIA SEBAGAI SUBJEK DAN OBJEK IPTEK






MANUSIA SEBAGAI SUBJEK DAN OBJEK IPTEK
Disusun Oleh :
RYANTA DAMARA PUTRA
NPM :
56416732
Kelas :
1IA24
Fak/Jur :
Tek. Industri/Tek. Informatika
Jenjang :
S1
Mata Kuliah :
Ilmu Sosial Dasar
Dosen :
Bapak Edi Fakhri





KATA PENGANTAR

            Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-NYA sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa saya juga mengucapkan terima kasih pada dosen mata kuliah Ilmu Budaya Dasar karena telah memberikan saya tugas untuk membuat makalah ini. Terima kasih juga kepada pembaca karena telah membaca makalah ini.
            Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman saya, saya yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.


Bekasi, 30 April 2017




DAFTAR ISI

Bab I Pendahuluan………………..…………………………………………… 4-5
1.1 Latar Belakang………………………………………………………….. 4
1.2 Rumusan Masalah…………………………………………………….. 4
1.3 Tujuan………………………………………………………………..………. 5
Bab II Pembahasan………………………………………………………….. 6- 21
2.1 Pengertian Sains……………………………………………………. 6
2.2 Pengertian Teknologi…………………………………………..…. 9
2.3 Manusia Sebagai Subjek dan Objek IPTEKS…………… 11
2.4 Pemanfaatan dan Penyalahgunaan IPTEKS…………… 15
2.5 Karya Sastra dan Seni Dalam IBD…………………………… 21
2.6 Studi Kasus………………….………………………………..………… 24

Bab III Kesimpulan dan Saran…………………………………………..…… 26
3.1 Kesimpulan……………………………………………………….…… 26
3.2 Saran……………………………………………………………….…….. 26
Daftar Pusaka……………………………………………………………..….……… 27





BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Di zaman modern ini, manusia tidak dapat di pisahkan dari iptek, sains, dan seni sebagai kebutuhan di era globalisasi. Iptek, sains, dan seni saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan karena dapat mempengaruhi kehidupan manusia baik pengaruh negatif maupun positif, namun terkadang manusia tidak menyadari bahwa mereka menjadikan sains, seni, dan iptek lebih dominan ke arah negatif, sebagaimana kita ketahui bahwa terdapat banyak penyalahgunaan iptek, sains, dan seni yang terjadi  sehingga banyak menimbulkan kerugian di berbagai pihak terutama pada generasi muda. Pemahaman tentang iptek, sains dan seni sangat penting bagi manusia agar tidak ada lagi manusia yang mempergunakan iptek, sains, dan seni tidak pada semestinnya. Maka dari itu penulis mengangkat materi yang berhubungan dengan Manusia, Sains, Iptek, dan Seni agar dapat memecahkan masalah yang terjadi di era globalisasi ini agar kedepannya manusia dapat bertindak lebih baik. 
1.2 Rumusan Masalah
Apa itu Sains ?
Apa itu Teknologi?
Bagaimana Manusia Sebagai Subjek dan Objek IPTEK?
Apa saja pemanfaatan dan penyalahgunaan IPTEK?
Bagaimana contoh manusia sebagai subjek dan objek dalam IPTEKS

1.3 Tujuan
            Tujuan utama dari makalah ini untuk pemenuhan tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar tahun ajaran 2017. Tujuan lainnya juga kita dapat mengerti bagaimana manusia sebagai subjek dan objek dalam iptek. Makalah ini juga dibuat agar kita dapat memahami hakikat dan makna sains, teknologi, dan seni, serta dampak dan pemanfaatan teknologi di Indonesia.




BAB II
PEMBAHASAN


2.1 PENGERTIAN SAINS
Sains bermula timbul dari rasa ingin tahu manusia, dari rasa keingintahuan tersebut membuat manusia selalu mengamati terhadap gejala-gejala alam yang terjadi dan mencoba memahaminya. Sains bermula dari bahasa asing “science” berasal dari kata latin “scientia” yang berarti saya tahu. Kata science sebenarnya berarti ilmu pengetahuan yang terdiri dari ilmu social science (ilmu pengetahuan sosial) dan natural science (ilmu pengetahuan alam). Namun, dalam perkembangan science diterjemahkan sebagai sains yang berarti Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) saja, walaupun pengertian ini kurang pas dan bertentangan dengan etimologi.
Sehubungan dengan definisi kata sains, Darmojo menyatakan bahwa Ilmu Pengetahuan Alam atau Sains adalah pengetahuan yang rasional dan objektif tentang alam semesta dengan segala isinya. Selain itu, Nash juga menyatakan bahwa sains itu adalah suatu cara atau metode untuk mengamati alam. Nash juga menjelaskan bahwa cara sains mengamati dunia bersifat analis, lengkap, cermat serta menghubungkan antara satu fenomena dengan fenomena lain, sehingga keseluruhannya membentuk suatu prespektif yang baru tentang objek yang diamatinya. Jadi, penekanan dalam pembelajaran Sains adalah pengembangan kreativitas anak dalam mengelola pemikirannya menghubungkan antara satu fenomena dengan fenomena lain yang ada di lingkungannya, sehingga memperoleh suatu gagasan (ide), pemahaman, serta pola baru dalam berpikir memahami suatu objek yang diamati.
James mendefinisikan Sains sebagai suatu deretan konsep serta skema konseptual yang berhubungan satu sama lain dan yang tumbuh sebagai hasil eksperimentasi dan observasi, serta berguna untuk diamati dan dieksperimentasikan lebih lanjut. Kemudia Whitehead menyatakan bahwa, sains dibentuk karena pertemuan dua orde pengalaman.
Hampir setengah abad yang lalu, Vessel memberikan jawaban yang sangat singkat tetapi bermakna yakni “science is what scientists do”. Sains adalah apa yang dikerjakan para ahli sains (saintis). Setiap penemuan setiap aspek dari lingkungan sekitar, yang menjadikan seseorang dapat mengukurnya sebaik mungkin, mengumpul dan menilai data dari hasil penelitiannya dengan hati-hati dan terbuka. Pada bagian lain, Vessel juga mengemukakan bahwa “science is an intellectual search involving inquiri, rational trough, and generalization”. Hal itu mencakup teknik sains yang sering disebut sebagai proses sains. Sedangkan hasilnya yang berupa fakta-fakta dan prinsip biasa disebut dengan produk sains.
Secara umum dari petikan di atas memberikan pengertian bahwa sains adalah:
Sains adalah sejumlah proses kegiatan mengumpulkan informasi secara sistematik tentang dunia sekitar.
Sains adalah pengetahuan yang diperoleh melalui proses kegiatan tertentu.
Sins dicirikan oleh nilai-nilai dan sikap para ilmuwan menggunakan proses ilmiah dalam memperoleh pengetahuan. Dengan kata lain, sains adalah proses kegiatan yang dilakukan para saintis dalam memperoleh pengetahuan dan sikap terhadap proses kegiatan tersebut.

Sains didasarkan pula pada pendekatan empirik dengan asumsi bahwa alam raya ini dapat dipelajari, dipahami, dan dijelaskan dengan tidak semata-mata bergantung pada metode kasualitas tetapi melalui proses tertentu, misalnya observasi, eksperimen dan analisis rasional. Dalam hal ini juga digunakan sikap tertentu, misalnya berusaha berlaku seobjektif mungkin, dan jujur dalam mengumpulkan dan mengevaluasi data. Dengan menggunakan proses dan sikap ilmiah ini akan melahirkan penemuan-penemuan baru yang menjadi produk sains. Jika sains bukan hanya terdiri atas kumpulan pengetahuan atau berbagai macam fakta yang dapat dihafal, terdiri atas proses aktif menggunakan pikiran dalam mempelajari gejala-gejala alam yang belum dapat diterangkan.
Harlen mengemukakan tiga karakteristik utama sains, yakni:
Memandang bahwa setiap orang mempunyai kewenangan untuk menguji validitas (kesahihan) prinsip dan teori ilmiah. Meskipun kelihatan logis dan dapat dijelaskan secara hipotesis, teori dan prinsip hanya berguna jika sesuai dengan kenyataan yang ada.
Memberi pengertian adanya hubungan antara fakta-fakta yang diobservasi yang memungkinkan penyusunan prediksi sebelum sampai pada kesimpulan.
Memberi makna bahwa teori sains bukanlah kebenaran yang akhir tetapi akan berubah atas dasar perangkat pendukung teori tersebut. Hal ini memberi penekanan pada kreativitas dan gagasan tentang perubahan yang telah lalu dan kemungkinan perubahan di masa depan, serta pengertian tentang perubahan itu sendiri.

Budi mengutip beberapa pendapat para ahli dan mengemukakan rincian hakikat sains, di antaranya:
Sains adalah bangunan atau deretan konsep dan skema konseptual (conceptual scheme) yang saling berhubungan sebagai hasil eksperimentasi dan observasi.
Sains adalah bangunan pengetahuan yang diperoleh dengan menggunakan metode observasi.
Sains adalah suatu sistem untuk memahami alam semesta melalui data yang dikumpulkan melalui observasi atau eksperimen yang dikontrol.
Sains adalah aktivitas pemecahan masalah oleh manusia yang termotivasi oleh keingintahuan akan alam di sekelilingnya dan keinginan untuk memahami, menguasai, dan mengelolanya demi memenuhi kebutuhan.

Jika dicermati ada dua aspek penting dari definisi-definisi tersebut, yakni langkah-langkah yang ditempuh dalam memahami alam (proses sains) dan pengetahuan yang dihasilkan berupa fakta, prinsip, konsep, dan teori (produk sains). Kedua aspek tersebut harus didukung oleh sikap sains (sikap ilmiah) berupa keyakinan akan nilai yang harus dipertahankan ketika mencari atau mengembangkan pengetahuan baru.
2.2 PENGERTIAN TEKNOLOGI
Teknologi sebenarnya berasal dari bahasa Perancis, yaitu “La Teknique” yang dapat diartikan dengan “Semua proses yang dilaksanakan dalam upaya untuk mewujudkan sesuatu secara rasional”. Dalam hal ini yang dimaksudkan dengan sesuatu tersebut dapat saja berupa benda atau konsep, pembatasan sedemikian pembuatan atau perwujudan sesuatu tersebut dapat dilaksanakan secara berulang (repetisi).
Beberapa definisi teknologi yang dikemukakan oleh para tokoh, di antaranya :
Menurut Djoyohadikusumo, teknologi berkaitan erat dengan sains (science) dan perekayasaan (engineering).
Sardar mengemukakan bahwa teknologi adalah sarana yang pada akhirnya mencetak suatu peradaban, dia merupakan ungkapan fisik dari pandangan dunianya.
Capra seperti makna ‘sains’, telah mengalami perubahan sepanjang sejarah.
Seorang ahli sosiologi yang bernama Manuel Castells, mendefinisikan atau memberi pengertian teknologi sebagai ‘kumpulan alat, aturan dan prosedur yang merupakan penerapan pengetahuan ilmiah terhadap suatu pekerjaan tertentu dalam cara yang memungkinkan pengulangan’.
Menurut Poerbahawadja Harahap, teknologi mengandung dua pengertian, yaitu sebagai berikut : a. Ilmu yang menyelidiki cara-cara kerja di dalam teknik. b. Ilmu pengetahuan yang digunakan dalam pabrik-pabrik dan industri-industri.
Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Secara umum, teknologi dapat didefinisikan sebagai entitas benda maupun tak benda yang diciptakan secara terpadu melalui perbuatan dan pemikiran untuk mencapai suatu nilai.
Teknologi merujuk pada alat dan mesin yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah di dunia nyata. Ia adalah istilah yang mencakupi banyak hal, dapat juga meliputi alat-alat sederhana, seperti linggis atau sendok kayu, atau mesin-mesin yang rumit, seperti stasiun luar angkasa atau pemercepat partikel. Alat dan mesin tidak mesti berwujud benda; teknologi virtual, seperti perangkat lunak dan metode bisnis, juga termasuk ke dalam definisi teknologi ini. Teknologi juga dapat dipandang sebagai kegiatan yang membentuk atau mengubah kebudayaan.
Adapun tiga macam teknologi yang sering dikemukakan oleh para ahli, yaitu :
Teknologi Modern
Jenis teknologi ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
Padat modal
Mekanis elektris
Menggunakan bahan impor
Berdasarkan teknologi mutakhir
Teknologi Madya
Jenis teknologi ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
Padat karya
Dapat dikerjakan oleh keterampilan setempat
Menggunakan alat setempat
Berdasarkan alat penelitian
Teknologi Tradisional
Jenis teknologi ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
Bersifat padat karya
Menggunakan keterampilan setempat
Menggunakan alat setempat
Menggunakan bahan setempat
Berdasarkan pengamatan dan kebiasaan.
Teknologi sebenarnya lebih dari sekadar penciptaan barang, benda atau alat dari manusia selaku homo technicus atau homo faber. Teknologi bahkan telah menjadi suatu sistem atau struktur dalam eksistensi manusia di dalam dunia. Teknologi bukan lagi sekadar sebagai suatu hasil dari daya cipta yang ada dalam kemampuan dan keunggulan manusia, tetapi ia bahkan telah menjadi suatu “daya pencipta” yang berdiri di luar kemampuan manusia, yang pada gilirannya kemudian membentuk dan menciptakan suatu komunitas manusia yang lain.
Teknologi juga penerapan keilmuan yang mempelajari dan mengembangkan kemampuan dari suatu rekayasa dengan langkah dan teknik tertentu dalam suatu bidang. Teknologi merupakan aplikasi ilmu dan engineering untuk mengembangkan mesin dan prosedur agar memperluas dan memperbaiki kondisi manusia atau paling tidak memperbaiki efisiensi manusia pada beberapa aspek.
Selain itu, teknologi adalah terapan matematika, sains, dan pelbagai seni untuk faedah kehidupan seperti yang dikenal saat ini. Sebuah contoh modern adalah bangkitnya teknologi komunikasi, yang memperkecil hambatan bagi interaksi sesama manusia, kebudayaan baru; bangkitnya budaya dunia maya yang berbasis pada perkembangan internet dan komputer.
Demikianlah, teknologi adalah segenap keterampilan manusia menggunakan sumber-sumber daya alam untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya dalam kehidupan. Secara lebih umum dapatlah bahwa teknologi merupakan suatu sistem penggunaan pelbagai sarana yang tersedia untuk mencapai tujuan-tujuan praktis yang ditentukan.


2.3 MANUSIA SEBAGAI SUBJEK DAN OBJEK IPTEK
Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Teknologi yang sebenarnya merupakan alat bantu/ekstensi kemampuan diri manusia. Dewasa ini, telah menjadi sebuah kekuatan otonom yang justru ‘membelenggu’ perilaku dan gaya hidup kita sendiri. Dengan daya pengaruhnya yang sangat besar, karena ditopang pula oleh sistem-sistem sosial yang kuat, dan dalam kecepatan yang makin tinggi, teknologi telah menjadi pengarah hidup manusia. Masyarakat yang rendah kemampuan teknologinya cenderung tergantung dan hanya manmpu bereaksi terhadap dampak yang ditimbulkan oleh kecanggihan teknologi.
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi adalah suatu pemahaman tentang suatu pengetahuan, yang memiliki fungsi untuk mencari, menyelidiki, dan menyelesaikan suatu hipotesis. Ilmu juga merupakan suatu pengetahuan yang telah teruji kebenarannya. Misalnya, pengetahuan tentang sikap dan perilaku manusia sebagai makhluk sosial, kemudian pengetahuan itu diselidiki oleh para ahli menggunakan metode-metode tertentu, dan ternyata pengetahuan tersebut memang benar bahwa manusia itu makhluk sosial, maka dari itu pengetahuan tersebut dikatakan dengan ilmu, yaitu ilmu sosial.
Berkat kemajuan ilmu dan teknologi manusia dapat menciptakan alat-alat serta perlengkapan yang canggih untuk pelbagai kegiatan, sehingga dalam kegiatan kehidupannya tersedia pelbagai kemudahan. Hal ini memungkinkan manusia dapat melakukan kegiatan dengan lebih efektif dan efisien. Dengan ilmu dan teknologi tumbuhlah pelbagai industri yang hasilnya dapat dimanfaatkan dalam pelbagai bidang, antara lain :

Dalam Bidang Pertanian
Mampu menciptakan alat pertanian yang maju seperti traktor, alat pemotong dan penanam, alat pengolah hasil pertanian, dan alat penyemprot hama. Dengan alat-alat tersebut diharapkan manusia dapat menggunakan waktu dan tenaga lebih efektif dan efisien.
Produksi pupuk buatan dapat membantu menyuburkan tanah, demikian juga dengan produksi peptisida dapat memungkinkan pemberantasan hama lebih berhasil, sehingga produksi pangan dapat ditingkatkan.
Teknik-teknik pemuliaan dapat meningkatkan produksi pangan. Dengan teknik pemuliaan yang semakin canggih dapat ditemukan bibit unggul seperti jenis padi VUTW (Varietas Unggul Tahan Wereng), kelapa hibrida, ayam ras, ayam broiler, sapi perah, dan bermacam-macam jenis unggul lainnya. Teknik mutasi buatan dapat menghasilkan buah-buahan yang besar serta tidak berbiji. Teknologi pengolahan pascapanen, seperti pengalengan ikan, buah-buahan, daging, dan teknik pengolahan lainnya. Budi daya hewan dapat meningkatkan pendapatan dan kesajahteraan manusia.
Pengolahan Lahan
Lahan dalam hal ini meliputi lahan pertanian, pengolahan tanah baik untuk pemukiman maupun industri. Pengolahan tersebut harus memerhatikan kelestarian lingkungan hidup, karena mungkin saja akan terjadi masalah lingkungan hidup, jadi harus dikerjakan secara optimal.
Cara-caranya di antara lain mencegah menurunnya kemampuan lahan yang potensial, menjauhkan lokasi industri dari lokasi pemukiman penduduk, memilih cara pengolahan rakyat, misalnya dengan terasering untuk lahan miring, dan sebagainya.
Pengolahan Hutan
Cara-cara untuk pengelolahan hutan di antara lain memberi penyuluhan kepada masyarakat sekitar hutan agar tidak mencuri kayu di hutan, memberi sanksi terhadap orang yang melakukan penebangan hutan secara liar, dan membentuk polisi hutan yang bertugas mengawasi kelangsungan kelestarian hutan dan sebagainya.
Pengolahan Air
Pengelolahan sumber daya air dapat dilakukan dengan cara mempergunakan sumber daya alam air seefisien mungkin, air limbah yang dibuang ke perairan harus diolah lebih dahulu sehingga memnuhi standar air limbah yang telah ditetapkan pemerintah, dan mengusahakan cahaya matahari dapat menembus dasar perairan, sehingga proses fotosintesis dapat berjalan lancar.
Pengolahan Udara
Udara mengandung pelbagai macam gas yang dibutuhkan untuk kehidupan, maka harus dijaga dengan dilakukannya pengolahan-pengolahan yang di antara lain mengalirkan gas buangan ke dalam air atau dalam larutan pengikat sebelum dibebaskan ke air, membangun cerobong asap yang cukup tinggi sehingga asap tidak menambah polutan, dan memperbanyak tanaman hijau di daerah polusi udara tinggi.
Dalam Bidang Kedokteran dan Kesehatan
Dengan hasilnya manusia menciptakan alat-alat operasi mutakhir, bermacam-macam obat, penggunaan, benda radioaktif untuk pengobatan dan mendiagnosis pelbagai penyakit, sehingga pelbagai penyakit dapat dengan segera disembuhkan, dan dapat menurunkan angka kematian dan mortalitas. Contoh obat yang mengandung unsur radioaktif adalah isoniazid yang mengandung radioaktif, sangat efektif dan menyembuhkan penyakit TBC.
Dalam Bidang Telekomunikasi
Manusia telah membuat televisi, radio, telepon yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan cepat. Dalam waktu yang singkat manusia dapat memperoleh informasi dari daerah yang sangat jauh, sehingga penggunaan waktu sangat efisien.
Dalam Bidang Pertahanan dan Keamanan
Manusia telah mampu menciptakan alat atau persenjataan yang sangat canggih, sehingga dapat mempertahankan keamanan wilayahnya dengan baik. Sayangnya senjata itu digunakan secara semena-mena.
IPTEK memegang peranan penting bagi negara-negara berkembang dalam proses peningkatan standar hidup, kesejahteraan, dan melindungi sumber daya alam dan keanekaragaman hayati. Negara-negara berkembang menghadapi pelbagai tantangan jangka pendek dan jangka panjang. Kemajuan iptek saat ini mungkin terjadi masalah bagi lingkungan hidup seperti halnya kerusakan-kerusakan lingkungan. Sektor lingkungan hidup merupakan isu penting di dunia saat ini. Secara garis besar, pemanfaatan iptek harus senantiasa mempertimbangkan unsur lingkungan hidup. Artinya, pemanfaatannya harus sejauh mungkin ramah lingkungan. Komitmen pemerintah terhadap lingkungan hidup juga sudah lumayan tinggi. Salah satu buktinya, sudah ada Kementerian Negara Lingkungan Hidup yang khusus mengurusi hal itu pada pemerintahan yang ada saat ini.


2.4 PEMANFAATAN DAN PENYALAHGUNAAN IPTEK
Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia, memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktivitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi, masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini
Perkembangan teknologi memang sangat diperlukan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktivitas manusia. Namun, manusia tidak bisa menipu diri sendiri akan kenyataan bahwa teknologi mendatangkan pelbagai efek negatif bagi manusia.
Perkembangan dunia iptek yang demikian pesatnya telah membawa manfaat luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis. Sistem kerja robotis telah mengalihfungsikan tenaga otot manusia dengan pembesaran dan percepatan yang menakjubkan. Begitupun dengan telah ditemukannya formulasi-formulasi baru aneka kapasitas komputer, seolah sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia dalam pelbagai bidang ilmu dan aktivitas manusia. Ringkas kata, kemajuan iptek yang telah kita capai sekarang benar-benar telah diakui dan dirasakan memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan umat manusia.
Namun, manusia tidak bisa pula meniipu diri akan kenyataan bahwa iptek mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi manusia. Kalaupun iptek mampu mengungkap semua tabir rahasia alam dan kehidupan, tidak berarti iptek sinonim dengan kebenaran. Sebab iptek hanya mampu menampilkan kenyataan. Kebenaran yang manusiawi haruslah lebih dari sekadar kenyataan objektif. Kebenaran harus mencakup pula unsur keadilan. Tentu saja iptek tidak mengenal moral kemanusiaan, oleh karena itu, iptek tidak pernah bisa menjadi standar kebenaran ataupun solusi dari masalah-masalah kemanusiaan. Dengan kata lain, walaupun pada awalnya teknologi diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain teknologi juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif.
Sumbangan IPTEK terhadap peradaban dan kesejahteraan manusia memang tidaklah dapat dipungkiri. Namun, manusia tidak bisa pula menipu diri akan kenyataan bahwa iptek mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi manusia. Dalam peradaban modern yang muda, terlalu sering manusia terhenyak oleh disilusi dari dampak negatif iptek terhadap kehidupan umat manusia. Kalaupun iptek mampu mengungkap semua tabir rahasia alam dan kehidupan, tidak berarti iptek sinonim dengan kebenaran. Sebab iptek hanya mampu menampilkan kenyataan.
Dampak positif dan dampak negatif dari perkembangan teknologi dilihat dari berbagai bidang, yaitu :

Bidang Informasi dan Komunikasi
Dalam bidang informasi dan komunikasi telah terjadi kemajuan yang sangat pesat. Dari kemajuan itu dapat kita rasakan dampak positifnya, antara lain :
Kita akan lebih cepat mendapatkan informasi-informasi yang akurat dan terbaru di bumi bagian manapun melalui internet.
Kita dapat berkomunikasi dengan teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya dengan melalu handphone.
Kita mendapatkan layanan bank yang dengan sangat mudah, dan lain-lain.
Di samping keuntungan-keuntungan yang kita peroleh ternyata kemajuan-kemajuan teknologi tersebut dimanfaatkan juga untuk hal-hal yang negatif, antara lain :
Pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan teroris (Sumber : Kompas).
Penggunaan informasi tertentu dan situs tertentu yang terdapat di internet yang bisa disalahgunakan pihak tertentu untuk tujuan tertentu.
Kerahasiaan alat tes semakin terancam. Melalu internet kita dapat memperloeh informasi tentang tes psikologi, dan bahkan dapat memperoleh layanan tes psikologi secara langsung dari internet.
Kecemasan teknologi selain itu ada kecemasan skala kecil akibat teknologi komputer. Kerusakan komputer karena terserang virus, kehilangan berbagai file penting dalam komputer inilah beberapa contoh stres yang terjadi karena teknologi. Rusaknya modem internet karena disambar petir.
Manusia semakin malas karena adanya barang-barang elektronik terlebih di era modern ini perushaan alat-alat elektronik selalu berlomba-lomba untuk membuat hal yang meringankan kinerja otak maupun fisik manusia dan sudah menjadi hal utama sehari-hari yang dilakukan oleh seluruh mayoritas manusia tertentu.

Bidang Ekonomi dan Industri
Dalam bidang ekonomi, teknologi berkembang sangat pesat. Dari kemajuan teknologi dapat kita rasakan manfaat positifnya, antara lain :
Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi.
Terjadinya industrialisasi.
Produktivitas dunia industri semakin meningkat.
Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki. Kecenderungan perkembangan teknologi dan ekonomi, akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan. Kualifikasi tenaga kerja dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan akan mengalami perubahan yang cepat. Akibatnya, pendidikan yang diperlukan adalah pendidikan yang menghasilkan tenaga kerja yang mampu mentransformasikan pengetahuan dan kemampuan sesuai dengan tuntutan kebutuhan tenaga kerja yang berubah tersebut.
Di bidang kedokteran dan kemajuan ekonoomi mampu menjadikan produk kedokteran menjadi komoditi. Meskipun demikian, ada pula dampak negatifnya antara lain: a. Terjadinya pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai kualifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan. b. Sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan: konsumtif, boros dan memiliki jalan pntas yang bermental “instant”.

Bidang Sosial dan Budaya
Akibat kemajuan teknologi bisa kita lihat:
Perbedaan kepribadian pria dan wanita. Banyak pakar yang berpendapat bahwa kini semakin besar porsi wanita yang memegang posisi sebagai pemimpin, baik dalam dunia pemerintahan maupun dalam dunia bisnis. Bahkan perubahan perilaku ke arah perilaku yang sebelumnya merupakan pekerjaan pria semakin menonjol. Data yang tertulis dalam buku Megatrend for Women:From Liberation to Leadership yang ditulis oleh Patricia Aburdene dan John Naisbitt (1993) menunjukkan bahwa peran wanita dalam kepemimpinan semakin membesar. Semakin banyak wanita yang memasuki bidang politik, sebagai anggota parlemen, senator, gubernur, menteri, dan berbagai jabatan penting lainnya.
Meningkatnya rasa percaya diri. Kemajuan ekonomi di negara-negara Asia melahirkan fenomena yang menarik. Perkembangan dan kemajuan ekonomi telah meningkatkan rasa percaya diri dan ketahanan diri sebagai suatu bangsa akan semakin kokoh. Bangsa-bangsa Barat tidak lagi dapat melecehkan bangsa-bangsa Asia.
Tekanan, kompetisi yang tajam di berbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi, akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras. Meskipun demikian, kemajuan teknologi akan berpengaruh negatif pada aspek budaya.

Kemerosotan moral di kalanan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan materiil, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi “kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani.”
Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat dan semakin lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperti gotong-royong dan tolong-menolong telah melemahkan kekuatan-kekuatan sentripetal yang berperan penting dalam menciptakan kesatuan sosial. Akibat lanjut bisa dilihat bersama, kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin meningkat dalam berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret, pelanggaran lalu lintas sampai tindak kriminal.
Pola interaksi antarmanusia yang berubah disebabkan kehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah mengubah pola interaksi keluarga. Komputer yang disambungkan dengan telepon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar. Program Internet Relay Chatting (IRC), internet, dan e-mail telah membuat manusia asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu, tersedianya berbagai warung internet (warnet) telah memberi peluang kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui internet. Kini semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya sendirian dengan komputer. Melalui program Internet Relay Chatting (IRC), anak-anak bisa asyik mengobrol dengan teman dan orang asing kapan saja.

Bidang Pendidikan
Teknologi mempunyai peran yang sangat penting dalam bidang pendidikan, antara lain:
Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan. Dampak dari hal ini adalah guru bukan lagi satu-satunya sumber ilmu pengetahuan.
Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan murid dan guru dalam proses pembelajaran. Dengan kemajuan teknologi terciptalah metode-metode baru yang membuat siswa mampu memahami materi-materi yang abstrak, karena materi tersebut dengan bantuan teknologi bisa dibuat abstrak.
Sistem pembelajaran tidak harus melalui tatap muka. Dengan kemajuan teknologi proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga menggunakan jasa pos internet dan lain-lain. Contohnya di Universitas Gunadarma, jika dosen berhalangan untuk hadir di kelas, dosen bisa menggunakan Virtual Class untuk memberikan materi dan latihan kepada mahasiswanya.

Di samping itu, juga muncul dampak negatif dalam proses pendidikan, antara lain:
Penyalahgunaan pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk melakukan tindak kriminal. Kita tahu bahwa kemajuan di bidang pendidikan juga mencetak generasi yang berpengetahuan tinggi, tetapi mempunyai moral yang rendah. Contohnya dengan ilmu komputer yang tinggi, maka orang akan berusaha menerobos sistem perbankan dan lain-lain.
Bidang Politik
Timbulnya kelas menengah baru pertumbuhan teknologi dan ekonomi di kawasan ini akan mendorong munculnya kelas menengah baru. Kemampuan, keterampilan serta gaya hidup mereka sudah tidak banyak berbeda dengan kelas menengah di negara-negara Barat. Dapat diramalkan, kelas menengah baru ini akan menjadi pelopor untuk menuntut kebebasan politik dan kebebasan berpendapat yang lebih besar.
Proses regenerasi kepemimpinan. Sudah tentu peralihan generasi kepemimpinan ini akan berdampak dalam gaya dan substansi politik yang diterapkan. Napas kebebasan dan persamaan semakin kental.
Di bidang politik internasional, juga terdapat kecenderungan tumbuh berkembangnya regionalisme. Kemajuan di bidang teknologi komunikasi telah menghasilkan kesadaran regionalisme. Ditambah dengan kemajuan di bidang teknologi transportasi telah menyebabkan meningkatnya kesadaran tersebut. Kesadaran itu akan terwujud dalam bidang kerja sama ekonomi, sehingga regionalisme akan melahirkan kekuatan ekonomi baru.

2.5 KARYA SENI DAN SENI DALAM IBD
IBD adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah dalam kebudayaan. Istilah IBD dikembangkan di Indonesia sebagai istilah Basic Humanities yang berasal dari istilah bahasa Inggris “The Humanities”. Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dari bahasa Latin Humanus yang bisa diartikan manusiawi, berbudaya dan halus (fefined). Dengan mempelajari The Humanities diandaikan seseorang ‘akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus’.
Secara demikian bisa dikatakan bahwa The Humanities berkaitan dengan masalah nilai-nilai, yaitu nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia bisa menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu, yaitu The Humanities di samping tidak meninggalkan tanggung jawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri. Kendatipun demikian, Ilmu Budaya Dasar (atau Basic Humanities) sebagai satu mata kuliah tidaklah identik dengan The Humanities (yang disalin ke dalam Bahasa Indonesia menjadi: Pengetahuan Budaya). Pengetahuan Budaya (The Humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian cabang ilmu (disiplin) seni dan filsafat. Keahlian ini pun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai bidang keahlian lain, seperti seni sastra, seni tari, seni musik, seni rupa, dan lain-lain.
Kesusasteraan pada lahiriahnya merupakan wujud dalam masyarakat manusia melalui bentuk tulisan dan juga wujud dalam bentuk lisan. Dalam kehidupan sehari-harian, kedua-dua bentuk kesusasteraan memang tidak terpisah daripada kita. Misalnya, kita akan mendengar musik yang mengandung lirik lagu yang merupakan hasil sastra. Kita sendiri pula akan menggunakan berbagai peribahasa dan pepatah yang indah-indah yang sebenarnya juga merupakan kesusasteraan.
Bentuk-bentuk kesusasteraan. Kesusasteraan dapat dilahirkan dalam berbagai bentuk bahasa. Secara kasarnya, ia boleh dikategorikan kepada dua kategori yang besar menurut bentuk bahasa yang digunakan, yakni:
Prosa
Merujuk kepada hasil kesusasteraan yang ditulis dalam ayat-ayat biasa, yakni dengan menggunakan tata bahasa mudah. Biasanya ayat-ayat dalam kesusasteraan akan disusun dalam bentuk karangan. Prosa adalah satu bentuk kesusasteraan yang lebih mudah dipahami berbanding dengan puisi. Contoh bagi kesusasteraan prosa ialah: cerpen, novel, skrip drama, esai, dan sebagainya.
Puisi
Merujuk kepada hasil kesusateraan yang ditulis dengan “tidak menuruti tata bahasa”. Ia sebenarnya tidak terdiri daripada ayat-ayat yang lengkap, melainkan terdiri daripada frasa-frasa yang disusun dalam bentuk baris-barisan. Pada lazimnya, puisi merupakan bahasa yang berirama dan apabila dibaca pembaca akan berasa rentaknya. Contoh bagi kesusasteraan puisi termasuklah: sajak, syair, pantun, gurindam, lirik, seloka, mantera, dan sebagainya. Ilmu Budaya Dasar dalam Kesusasteraan merupakan perpaduan unsur seni kebudayaan dengan kehidupan manusia, dimana dalam proses kehidupannya manusia sering kali melakukan sesuatu.

Dalam kesusasteraan dapat diperoleh berbagai gubahan yang mengungkapkan tentang nilai budaya yang menjadi komponen penting dalam pengajaran Ilmu Budaya Dasar. Salah satu bentuk sastra itu adalah puisi, dalam arti bahwa pembahasan puisi dalam rangka pengajaran IAD tidak akan diarahkan pada tradisi pendidikan dan pengajaran sastra dan apresiasinya yang murni. Puisi itu akan dipakai sebagai media dan sekaligus sebagai sumber belajar sesuai dengan tema-tema pokok bahasa yang terdapat pada IAD.
Di samping puisi, dalalm kesusasteraan dikenal juga bentuk drama sebagai wujud karya fiksi yang prosais.
IBD yang Dihubungkan dengan Prosa
Istilah prosa banyak persamaannya. Kadang-kadang disebut narrative fiction,prose fiction atau hanya fiction saja. Dalam bahasa Indonesia, prosa diterjemahkan menjadi cerita rekaan dan didefinisikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pameran, lakuan, peristiwaan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi. Dalam kesusasteraan Indonesia terdapat prosa lama dan prosa baru.
Nilai-nilai dalam Prosa Fiksi
Ilmu Budaya Dasar lebih menitikberatkan manusia dengan segala persoalannya. Manusia dan cinta kasih, keindahan, penderitaan dan keadilan. Manusia dan pandangan hidup, tanggung jawab, pengabdian, kegelisahan, manusia dan harapan.

Karya sastra dapat dibagi menjadi dua. Karya sastra yang menyuarakan aspirasi zamannya dan karya sastra yang menyuarakan gejolak zamannya. Karya sastra yang menyuarakan aspirasi zamannya mengajak pembaca untuk mengikuti apa yang dikehendaki zamannya. Sedangkan karya sastra yang menyuarakan gejolak zamannya mengajak pembacanya untuk merenung.
Pada hakikatnya manusia dan budaya tak akan pernah lepas. Di mana ada manusia pasti akan terbentuk sebuah kebudayaan. Di mana para manusia membuat suatu karya seni, bahasa, agama, dan lain-lain. Kebudayaan tersebut juga akan berubah seiring dengan bertambahnya waktu. Secara sederhana, manusia adalah pelaku budaya, sedangkan budaya adalah objek yang dilakukan oleh manusia.
Adapun nilai yang bisa diperoleh dari sastra adalah:
Kesenangan
Infomasi
Memberi warisan kultural.
Memberi keseimbangan wawasan.
Kebudayaan diciptakan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya, terutama kebutuhan fisiknya. Setelah kebutuhan pokok dapat dipenuhi, manusia menciptakan kesenian yang merupakan salah satu kebutuhan psikisnya yang tercukupi dari rasa indah (seni rasa indah).
Kesenian bagian kecil dari kebudayaan. Kesenian merupakan kelanjutan dari kebudayaan. Pada umumnya, kesenian dapat dinikmati oleh manusia melalui dua macam indranya, yaitu indra mata dan indra telinga, atau keduanya secara serentak. Keindahan dalam hubungannya dengan kedua macam indra itu, dibedakan atas tiga macam yaitu: seni rupa, seni suara, dan seni pertunjukan.
Karya seni kita katakana memberikan keindahan kepada manusia dan menyuguhkan ide-ide baru yang harus dimengerti dan mungkin direnungkan ataupun ada yang harus dibahas kehebatan isinya.
Kesenian dapat memberikan suguhan bagi kehidupan kejiwaan orang karena yang menjadi sasaran atau objeknya kehidupan alam luas dan kehidupan manusia, individual, maupun kelompok, serta nilai-nilai dan sebagainya. Fungsi seni/kesenian artinya, hasil pengamatan orang terhadap apa yang dapat diberikan oleh karya-karya kesenian bagi kehidupan manusia;
Memberikan rasa keindahan.
Memberikan tunjangan dan bantuan untuk memberi warna indah dari karya-karya yang non-seni.


2.6 STUDI KASUS
            Manusia sebagai subjek selalu melakukan penelitian dan percobaan dalam bidang sains dan menggunakan teknologi dan seni yang maju untuk memperoleh penemuan-penemuan baru yang mengubah dunia. Sedangkan manusia sebagai objek mudah tergoda dengan sesuatu yang baru dengan minat yang tinggi menggunakan penemuan-penemuan baru tersebut sehingga mempermudah proses pengubahan dunia. Sebagai contoh, kini banyak aplikasi terbaru yang dibuat oleh manusia melihat dari kebutuhan masyarakat. Dengan adanya aplikasi tersebut, para konsumen bisa memenuhi kebutuhannya terhadap sesuatu, kapan pun dan di mana pun. Seperti aplikasi Waze yang bisa memperlihatkan jalan ke suatu tempat, kemacetan di suatu tempat, polisi, dan bisa memperkirakan pukul berapa kita sampai di tujuan. Walaupun bukan sebuah mesin, namun penemuan terhadap pengunaan aplikasi tersebut yang dirasa sangat mengesankan.

            Namun kebanyakan manusia sebagai objek tidak bisa mengonsumsi iptek secara bijaksana, akibatnya banyak terjadi penyalahgunaan iptek. Contohnya seseorang ketergantungan memakai waze, tiba-tiba aplikasi wazesedang dalam masalah dan memberikan rute yang salah. Bukannya menolong, tetapi bisa membawa malapetaka. Untuk itu bagi para objek atau konsumen iptek, harus lebih bijaksana dalam mengonsumsi teknologi baru. Juga untuk para subjek atau pembuat teknologi agar lebih berhati-hati dalam menciptakan penemuan baru.




BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 KESIMPULAN
            Manusia adalah makhluk hidup yang mempunyai rasa ingin tahu yang sangat besar. Bermula dari rasa ingin tahu manusia mencari ilmu pengetahuan yang terdiri dari ilmu social science (ilmu pengetahuan sosial) dan natural science(ilmu pengetahuan alam). Kemudian dari ilmu pengetahuan tersebut, manusia belajar menciptakan teknologi. Teknologi adalah keseruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Teknologi yang diciptakan manusia dengan kreativitasnya semakin hari semakin maju dan memberikan dampak positif juga negatif bagi manusia.
            Manusia sebagai subjek adalah manusia yang menciptakan sesuatu penemuan baru. Manusia sebagai objek adalah yang memakai atau menggunakan penemuan tersebut. Dampak positif dari teknologi itu antara lain adalah semakin dekat jarak antar manusia, semakin cepat dan mudah suatu pekerjaan terselesaikan, dan masih banyak lagi. Dampak negatifnya adalah manusia menjadi malas dan ketergantungan dan penyalahgunaan teknologi tersebut.
            Semuanya kembali kepada diri kita sendiri sebagai subjek maupun objek. Mau menciptakan sesuatu yang positif dan berguna bagi banyak orang atau menciptakan sesuatu yang negatif yang merusak banyak orang. Juga mau menggunakan penemuan secara positif atau negatif.
3.2 SARAN
            Sebagai manusia yang terpelajar dan terlatih, gunakanlah kemampuan kita untuk menciptakan sesuatu yang positif dan berguna. Jangan sampai kemampuan kita digunakan untuk hal-hal negatif. Lalu sebagai manusia yang memiliki prinsip dan pikiran yang sehat, gunakanlah sesuatu secara bijak dan positif.


DAFTAR PUSAKA
http://nissabatubar.blogspot.co.id/2015/03/manusia-segai-objek-dan-subjek-iptek.html 
Nasution, Muhammad Syukri Albani, dkk..2016.Ilmu Sosial Budaya Dasar.Jakarta : PT RajaGrafindo Persada