MANUSIA SEBAGAI
SUBJEK DAN OBJEK IPTEK
Disusun Oleh :
RYANTA DAMARA PUTRA
NPM :
56416732
Kelas :
1IA24
Fak/Jur :
Tek. Industri/Tek.
Informatika
Jenjang :
S1
Mata Kuliah :
Ilmu Sosial Dasar
Dosen :
Bapak Edi Fakhri
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-NYA sehingga
makalah ini dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa saya juga mengucapkan
terima kasih pada dosen mata kuliah Ilmu Budaya Dasar karena telah memberikan
saya tugas untuk membuat makalah ini. Terima kasih juga kepada pembaca karena
telah membaca makalah ini.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman saya, saya yakin masih banyak
kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan saran
dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Bekasi, 30 April 2017
DAFTAR ISI
Bab I Pendahuluan………………..…………………………………………… 4-5
1.1 Latar Belakang………………………………………………………….. 4
1.2 Rumusan Masalah…………………………………………………….. 4
1.3 Tujuan………………………………………………………………..………. 5
Bab II Pembahasan………………………………………………………….. 6- 21
2.1 Pengertian Sains……………………………………………………. 6
2.2 Pengertian Teknologi…………………………………………..…. 9
2.3 Manusia Sebagai Subjek dan Objek IPTEKS…………… 11
2.4 Pemanfaatan dan Penyalahgunaan IPTEKS…………… 15
2.5 Karya Sastra dan Seni Dalam IBD…………………………… 21
2.6 Studi Kasus………………….………………………………..………… 24
Bab III Kesimpulan dan Saran…………………………………………..…… 26
3.1 Kesimpulan……………………………………………………….…… 26
3.2 Saran……………………………………………………………….…….. 26
Daftar Pusaka……………………………………………………………..….……… 27
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di zaman modern ini, manusia tidak dapat di pisahkan dari
iptek, sains, dan seni sebagai kebutuhan di era globalisasi. Iptek, sains, dan
seni saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan karena dapat mempengaruhi
kehidupan manusia baik pengaruh negatif maupun positif, namun terkadang manusia
tidak menyadari bahwa mereka menjadikan sains, seni, dan iptek lebih dominan ke
arah negatif, sebagaimana kita ketahui bahwa terdapat banyak penyalahgunaan
iptek, sains, dan seni yang terjadi
sehingga banyak menimbulkan kerugian di berbagai pihak terutama pada
generasi muda. Pemahaman tentang iptek, sains dan seni sangat penting bagi
manusia agar tidak ada lagi manusia yang mempergunakan iptek, sains, dan seni
tidak pada semestinnya. Maka dari itu penulis mengangkat materi yang
berhubungan dengan Manusia, Sains, Iptek, dan Seni agar dapat memecahkan
masalah yang terjadi di era globalisasi ini agar kedepannya manusia dapat
bertindak lebih baik.
1.2 Rumusan Masalah
Apa itu Sains ?
Apa itu Teknologi?
Bagaimana Manusia Sebagai Subjek dan Objek IPTEK?
Apa saja pemanfaatan dan penyalahgunaan IPTEK?
Bagaimana contoh manusia sebagai subjek dan objek dalam
IPTEKS
1.3 Tujuan
Tujuan utama dari makalah ini untuk pemenuhan tugas mata kuliah Ilmu Budaya
Dasar tahun ajaran 2017. Tujuan lainnya juga kita dapat mengerti bagaimana
manusia sebagai subjek dan objek dalam iptek. Makalah ini juga dibuat agar kita
dapat memahami hakikat dan makna sains, teknologi, dan seni, serta dampak dan
pemanfaatan teknologi di Indonesia.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN SAINS
Sains bermula timbul dari rasa ingin tahu manusia, dari rasa
keingintahuan tersebut membuat manusia selalu mengamati terhadap gejala-gejala
alam yang terjadi dan mencoba memahaminya. Sains bermula dari bahasa asing “science”
berasal dari kata latin “scientia” yang berarti saya tahu. Kata science sebenarnya
berarti ilmu pengetahuan yang terdiri dari ilmu social science (ilmu
pengetahuan sosial) dan natural science (ilmu pengetahuan alam).
Namun, dalam perkembangan science diterjemahkan sebagai sains yang
berarti Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) saja, walaupun pengertian ini kurang pas
dan bertentangan dengan etimologi.
Sehubungan dengan definisi kata sains, Darmojo menyatakan
bahwa Ilmu Pengetahuan Alam atau Sains adalah pengetahuan yang rasional dan
objektif tentang alam semesta dengan segala isinya. Selain itu, Nash juga
menyatakan bahwa sains itu adalah suatu cara atau metode untuk mengamati alam.
Nash juga menjelaskan bahwa cara sains mengamati dunia bersifat analis,
lengkap, cermat serta menghubungkan antara satu fenomena dengan fenomena lain,
sehingga keseluruhannya membentuk suatu prespektif yang baru tentang objek yang
diamatinya. Jadi, penekanan dalam pembelajaran Sains adalah pengembangan
kreativitas anak dalam mengelola pemikirannya menghubungkan antara satu
fenomena dengan fenomena lain yang ada di lingkungannya, sehingga memperoleh
suatu gagasan (ide), pemahaman, serta pola baru dalam berpikir memahami suatu
objek yang diamati.
James mendefinisikan Sains sebagai suatu deretan konsep
serta skema konseptual yang berhubungan satu sama lain dan yang tumbuh sebagai
hasil eksperimentasi dan observasi, serta berguna untuk diamati dan
dieksperimentasikan lebih lanjut. Kemudia Whitehead menyatakan bahwa, sains
dibentuk karena pertemuan dua orde pengalaman.
Hampir setengah abad yang lalu, Vessel memberikan jawaban
yang sangat singkat tetapi bermakna yakni “science is what scientists do”.
Sains adalah apa yang dikerjakan para ahli sains (saintis). Setiap penemuan
setiap aspek dari lingkungan sekitar, yang menjadikan seseorang dapat
mengukurnya sebaik mungkin, mengumpul dan menilai data dari hasil penelitiannya
dengan hati-hati dan terbuka. Pada bagian lain, Vessel juga mengemukakan bahwa
“science is an intellectual search involving inquiri, rational trough, and
generalization”. Hal itu mencakup teknik sains yang sering disebut sebagai
proses sains. Sedangkan hasilnya yang berupa fakta-fakta dan prinsip biasa
disebut dengan produk sains.
Secara umum dari petikan di atas memberikan pengertian bahwa
sains adalah:
Sains adalah sejumlah proses kegiatan mengumpulkan informasi
secara sistematik tentang dunia sekitar.
Sains adalah pengetahuan yang diperoleh melalui proses
kegiatan tertentu.
Sins dicirikan oleh nilai-nilai dan sikap para ilmuwan
menggunakan proses ilmiah dalam memperoleh pengetahuan. Dengan kata lain, sains
adalah proses kegiatan yang dilakukan para saintis dalam memperoleh pengetahuan
dan sikap terhadap proses kegiatan tersebut.
Sains didasarkan pula pada pendekatan empirik dengan asumsi
bahwa alam raya ini dapat dipelajari, dipahami, dan dijelaskan dengan tidak
semata-mata bergantung pada metode kasualitas tetapi melalui proses tertentu,
misalnya observasi, eksperimen dan analisis rasional. Dalam hal ini juga
digunakan sikap tertentu, misalnya berusaha berlaku seobjektif mungkin, dan
jujur dalam mengumpulkan dan mengevaluasi data. Dengan menggunakan proses dan
sikap ilmiah ini akan melahirkan penemuan-penemuan baru yang menjadi produk
sains. Jika sains bukan hanya terdiri atas kumpulan pengetahuan atau berbagai
macam fakta yang dapat dihafal, terdiri atas proses aktif menggunakan pikiran
dalam mempelajari gejala-gejala alam yang belum dapat diterangkan.
Harlen mengemukakan tiga karakteristik utama sains, yakni:
Memandang bahwa setiap orang mempunyai kewenangan untuk
menguji validitas (kesahihan) prinsip dan teori ilmiah. Meskipun kelihatan
logis dan dapat dijelaskan secara hipotesis, teori dan prinsip hanya berguna
jika sesuai dengan kenyataan yang ada.
Memberi pengertian adanya hubungan antara fakta-fakta yang
diobservasi yang memungkinkan penyusunan prediksi sebelum sampai pada
kesimpulan.
Memberi makna bahwa teori sains bukanlah kebenaran yang
akhir tetapi akan berubah atas dasar perangkat pendukung teori tersebut. Hal
ini memberi penekanan pada kreativitas dan gagasan tentang perubahan yang telah
lalu dan kemungkinan perubahan di masa depan, serta pengertian tentang
perubahan itu sendiri.
Budi mengutip beberapa pendapat para ahli dan mengemukakan
rincian hakikat sains, di antaranya:
Sains adalah bangunan atau deretan konsep dan skema
konseptual (conceptual scheme) yang saling berhubungan sebagai hasil
eksperimentasi dan observasi.
Sains adalah bangunan pengetahuan yang diperoleh dengan
menggunakan metode observasi.
Sains adalah suatu sistem untuk memahami alam semesta
melalui data yang dikumpulkan melalui observasi atau eksperimen yang dikontrol.
Sains adalah aktivitas pemecahan masalah oleh manusia yang
termotivasi oleh keingintahuan akan alam di sekelilingnya dan keinginan untuk
memahami, menguasai, dan mengelolanya demi memenuhi kebutuhan.
Jika dicermati ada dua aspek penting dari definisi-definisi
tersebut, yakni langkah-langkah yang ditempuh dalam memahami alam (proses sains)
dan pengetahuan yang dihasilkan berupa fakta, prinsip, konsep, dan teori
(produk sains). Kedua aspek tersebut harus didukung oleh sikap sains (sikap
ilmiah) berupa keyakinan akan nilai yang harus dipertahankan ketika mencari
atau mengembangkan pengetahuan baru.
2.2 PENGERTIAN TEKNOLOGI
Teknologi sebenarnya berasal dari bahasa Perancis, yaitu “La
Teknique” yang dapat diartikan dengan “Semua proses yang dilaksanakan dalam
upaya untuk mewujudkan sesuatu secara rasional”. Dalam hal ini yang dimaksudkan
dengan sesuatu tersebut dapat saja berupa benda atau konsep, pembatasan
sedemikian pembuatan atau perwujudan sesuatu tersebut dapat dilaksanakan secara
berulang (repetisi).
Beberapa definisi teknologi yang dikemukakan oleh para
tokoh, di antaranya :
Menurut Djoyohadikusumo, teknologi berkaitan erat dengan
sains (science) dan perekayasaan (engineering).
Sardar mengemukakan bahwa teknologi adalah sarana yang pada
akhirnya mencetak suatu peradaban, dia merupakan ungkapan fisik dari pandangan
dunianya.
Capra seperti makna ‘sains’, telah mengalami perubahan
sepanjang sejarah.
Seorang ahli sosiologi yang bernama Manuel Castells,
mendefinisikan atau memberi pengertian teknologi sebagai ‘kumpulan alat, aturan
dan prosedur yang merupakan penerapan pengetahuan ilmiah terhadap suatu
pekerjaan tertentu dalam cara yang memungkinkan pengulangan’.
Menurut Poerbahawadja Harahap, teknologi mengandung dua
pengertian, yaitu sebagai berikut : a. Ilmu yang menyelidiki cara-cara kerja di
dalam teknik. b. Ilmu pengetahuan yang digunakan dalam pabrik-pabrik dan
industri-industri.
Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang
yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Secara umum,
teknologi dapat didefinisikan sebagai entitas benda maupun tak benda yang
diciptakan secara terpadu melalui perbuatan dan pemikiran untuk mencapai suatu
nilai.
Teknologi merujuk pada alat dan mesin yang dapat digunakan
untuk menyelesaikan masalah-masalah di dunia nyata. Ia adalah istilah yang
mencakupi banyak hal, dapat juga meliputi alat-alat sederhana, seperti linggis
atau sendok kayu, atau mesin-mesin yang rumit, seperti stasiun luar angkasa
atau pemercepat partikel. Alat dan mesin tidak mesti berwujud benda; teknologi
virtual, seperti perangkat lunak dan metode bisnis, juga termasuk ke dalam
definisi teknologi ini. Teknologi juga dapat dipandang sebagai kegiatan yang membentuk
atau mengubah kebudayaan.
Adapun tiga macam teknologi yang sering dikemukakan oleh
para ahli, yaitu :
Teknologi Modern
Jenis teknologi ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
Padat modal
Mekanis elektris
Menggunakan bahan impor
Berdasarkan teknologi mutakhir
Teknologi Madya
Jenis teknologi ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
Padat karya
Dapat dikerjakan oleh keterampilan setempat
Menggunakan alat setempat
Berdasarkan alat penelitian
Teknologi Tradisional
Jenis teknologi ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
Bersifat padat karya
Menggunakan keterampilan setempat
Menggunakan alat setempat
Menggunakan bahan setempat
Berdasarkan pengamatan dan kebiasaan.
Teknologi sebenarnya lebih dari sekadar penciptaan barang,
benda atau alat dari manusia selaku homo technicus atau homo
faber. Teknologi bahkan telah menjadi suatu sistem atau struktur dalam
eksistensi manusia di dalam dunia. Teknologi bukan lagi sekadar sebagai suatu
hasil dari daya cipta yang ada dalam kemampuan dan keunggulan manusia, tetapi
ia bahkan telah menjadi suatu “daya pencipta” yang berdiri di luar kemampuan
manusia, yang pada gilirannya kemudian membentuk dan menciptakan suatu
komunitas manusia yang lain.
Teknologi juga penerapan keilmuan yang mempelajari dan
mengembangkan kemampuan dari suatu rekayasa dengan langkah dan teknik tertentu
dalam suatu bidang. Teknologi merupakan aplikasi ilmu dan engineering untuk
mengembangkan mesin dan prosedur agar memperluas dan memperbaiki kondisi
manusia atau paling tidak memperbaiki efisiensi manusia pada beberapa aspek.
Selain itu, teknologi adalah terapan matematika, sains, dan
pelbagai seni untuk faedah kehidupan seperti yang dikenal saat ini. Sebuah
contoh modern adalah bangkitnya teknologi komunikasi, yang memperkecil hambatan
bagi interaksi sesama manusia, kebudayaan baru; bangkitnya budaya dunia maya
yang berbasis pada perkembangan internet dan komputer.
Demikianlah, teknologi adalah segenap keterampilan manusia
menggunakan sumber-sumber daya alam untuk memecahkan masalah-masalah yang
dihadapinya dalam kehidupan. Secara lebih umum dapatlah bahwa teknologi
merupakan suatu sistem penggunaan pelbagai sarana yang tersedia untuk mencapai
tujuan-tujuan praktis yang ditentukan.
2.3 MANUSIA SEBAGAI SUBJEK DAN OBJEK IPTEK
Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita
hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai
dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Teknologi yang sebenarnya merupakan alat
bantu/ekstensi kemampuan diri manusia. Dewasa ini, telah menjadi sebuah
kekuatan otonom yang justru ‘membelenggu’ perilaku dan gaya hidup kita sendiri.
Dengan daya pengaruhnya yang sangat besar, karena ditopang pula oleh
sistem-sistem sosial yang kuat, dan dalam kecepatan yang makin tinggi,
teknologi telah menjadi pengarah hidup manusia. Masyarakat yang rendah
kemampuan teknologinya cenderung tergantung dan hanya manmpu bereaksi terhadap
dampak yang ditimbulkan oleh kecanggihan teknologi.
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi adalah suatu pemahaman
tentang suatu pengetahuan, yang memiliki fungsi untuk mencari, menyelidiki, dan
menyelesaikan suatu hipotesis. Ilmu juga merupakan suatu pengetahuan yang telah
teruji kebenarannya. Misalnya, pengetahuan tentang sikap dan perilaku manusia
sebagai makhluk sosial, kemudian pengetahuan itu diselidiki oleh para ahli
menggunakan metode-metode tertentu, dan ternyata pengetahuan tersebut memang
benar bahwa manusia itu makhluk sosial, maka dari itu pengetahuan tersebut
dikatakan dengan ilmu, yaitu ilmu sosial.
Berkat kemajuan ilmu dan teknologi manusia dapat menciptakan
alat-alat serta perlengkapan yang canggih untuk pelbagai kegiatan, sehingga
dalam kegiatan kehidupannya tersedia pelbagai kemudahan. Hal ini memungkinkan
manusia dapat melakukan kegiatan dengan lebih efektif dan efisien. Dengan ilmu
dan teknologi tumbuhlah pelbagai industri yang hasilnya dapat dimanfaatkan
dalam pelbagai bidang, antara lain :
Dalam Bidang Pertanian
Mampu menciptakan alat pertanian yang maju seperti traktor,
alat pemotong dan penanam, alat pengolah hasil pertanian, dan alat penyemprot
hama. Dengan alat-alat tersebut diharapkan manusia dapat menggunakan waktu dan
tenaga lebih efektif dan efisien.
Produksi pupuk buatan dapat membantu menyuburkan tanah,
demikian juga dengan produksi peptisida dapat memungkinkan pemberantasan hama
lebih berhasil, sehingga produksi pangan dapat ditingkatkan.
Teknik-teknik pemuliaan dapat meningkatkan produksi pangan.
Dengan teknik pemuliaan yang semakin canggih dapat ditemukan bibit unggul
seperti jenis padi VUTW (Varietas Unggul Tahan Wereng), kelapa hibrida, ayam
ras, ayam broiler, sapi perah, dan bermacam-macam jenis unggul lainnya. Teknik
mutasi buatan dapat menghasilkan buah-buahan yang besar serta tidak berbiji. Teknologi
pengolahan pascapanen, seperti pengalengan ikan, buah-buahan, daging, dan
teknik pengolahan lainnya. Budi daya hewan dapat meningkatkan pendapatan dan
kesajahteraan manusia.
Pengolahan Lahan
Lahan dalam hal ini meliputi lahan pertanian, pengolahan
tanah baik untuk pemukiman maupun industri. Pengolahan tersebut harus
memerhatikan kelestarian lingkungan hidup, karena mungkin saja akan terjadi
masalah lingkungan hidup, jadi harus dikerjakan secara optimal.
Cara-caranya di antara lain mencegah menurunnya kemampuan
lahan yang potensial, menjauhkan lokasi industri dari lokasi pemukiman
penduduk, memilih cara pengolahan rakyat, misalnya dengan terasering untuk
lahan miring, dan sebagainya.
Pengolahan Hutan
Cara-cara untuk pengelolahan hutan di antara lain memberi
penyuluhan kepada masyarakat sekitar hutan agar tidak mencuri kayu di hutan,
memberi sanksi terhadap orang yang melakukan penebangan hutan secara liar, dan
membentuk polisi hutan yang bertugas mengawasi kelangsungan kelestarian hutan
dan sebagainya.
Pengolahan Air
Pengelolahan sumber daya air dapat dilakukan dengan cara
mempergunakan sumber daya alam air seefisien mungkin, air limbah yang dibuang
ke perairan harus diolah lebih dahulu sehingga memnuhi standar air limbah yang
telah ditetapkan pemerintah, dan mengusahakan cahaya matahari dapat menembus
dasar perairan, sehingga proses fotosintesis dapat berjalan lancar.
Pengolahan Udara
Udara mengandung pelbagai macam gas yang dibutuhkan untuk
kehidupan, maka harus dijaga dengan dilakukannya pengolahan-pengolahan yang di
antara lain mengalirkan gas buangan ke dalam air atau dalam larutan pengikat
sebelum dibebaskan ke air, membangun cerobong asap yang cukup tinggi sehingga
asap tidak menambah polutan, dan memperbanyak tanaman hijau di daerah polusi
udara tinggi.
Dalam Bidang Kedokteran dan Kesehatan
Dengan hasilnya manusia menciptakan alat-alat operasi
mutakhir, bermacam-macam obat, penggunaan, benda radioaktif untuk pengobatan
dan mendiagnosis pelbagai penyakit, sehingga pelbagai penyakit dapat dengan
segera disembuhkan, dan dapat menurunkan angka kematian dan mortalitas. Contoh
obat yang mengandung unsur radioaktif adalah isoniazid yang mengandung
radioaktif, sangat efektif dan menyembuhkan penyakit TBC.
Dalam Bidang Telekomunikasi
Manusia telah membuat televisi, radio, telepon yang dapat
digunakan untuk berkomunikasi dengan cepat. Dalam waktu yang singkat manusia
dapat memperoleh informasi dari daerah yang sangat jauh, sehingga penggunaan
waktu sangat efisien.
Dalam Bidang Pertahanan dan Keamanan
Manusia telah mampu menciptakan alat atau persenjataan yang
sangat canggih, sehingga dapat mempertahankan keamanan wilayahnya dengan baik.
Sayangnya senjata itu digunakan secara semena-mena.
IPTEK memegang peranan penting bagi negara-negara berkembang
dalam proses peningkatan standar hidup, kesejahteraan, dan melindungi sumber
daya alam dan keanekaragaman hayati. Negara-negara berkembang menghadapi
pelbagai tantangan jangka pendek dan jangka panjang. Kemajuan iptek saat ini
mungkin terjadi masalah bagi lingkungan hidup seperti halnya
kerusakan-kerusakan lingkungan. Sektor lingkungan hidup merupakan isu penting
di dunia saat ini. Secara garis besar, pemanfaatan iptek harus senantiasa
mempertimbangkan unsur lingkungan hidup. Artinya, pemanfaatannya harus sejauh
mungkin ramah lingkungan. Komitmen pemerintah terhadap lingkungan hidup juga
sudah lumayan tinggi. Salah satu buktinya, sudah ada Kementerian Negara
Lingkungan Hidup yang khusus mengurusi hal itu pada pemerintahan yang ada saat
ini.
2.4 PEMANFAATAN DAN PENYALAHGUNAAN IPTEK
Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita
hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai
dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan
manfaat positif bagi kehidupan manusia, memberikan banyak kemudahan, serta
sebagai cara baru dalam melakukan aktivitas manusia. Khusus dalam bidang
teknologi, masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh
inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini
Perkembangan teknologi memang sangat diperlukan. Setiap
inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia.
Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktivitas
manusia. Namun, manusia tidak bisa menipu diri sendiri akan kenyataan bahwa
teknologi mendatangkan pelbagai efek negatif bagi manusia.
Perkembangan dunia iptek yang demikian pesatnya telah
membawa manfaat luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Jenis-jenis
pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik cukup besar, kini relatif
sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis. Sistem kerja robotis
telah mengalihfungsikan tenaga otot manusia dengan pembesaran dan percepatan
yang menakjubkan. Begitupun dengan telah ditemukannya formulasi-formulasi baru
aneka kapasitas komputer, seolah sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak
manusia dalam pelbagai bidang ilmu dan aktivitas manusia. Ringkas kata,
kemajuan iptek yang telah kita capai sekarang benar-benar telah diakui dan
dirasakan memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan umat
manusia.
Namun, manusia tidak bisa pula meniipu diri akan kenyataan
bahwa iptek mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi manusia. Kalaupun
iptek mampu mengungkap semua tabir rahasia alam dan kehidupan, tidak berarti
iptek sinonim dengan kebenaran. Sebab iptek hanya mampu menampilkan kenyataan.
Kebenaran yang manusiawi haruslah lebih dari sekadar kenyataan objektif.
Kebenaran harus mencakup pula unsur keadilan. Tentu saja iptek tidak mengenal
moral kemanusiaan, oleh karena itu, iptek tidak pernah bisa menjadi standar
kebenaran ataupun solusi dari masalah-masalah kemanusiaan. Dengan kata lain,
walaupun pada awalnya teknologi diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif,
di sisi lain teknologi juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif.
Sumbangan IPTEK terhadap peradaban dan kesejahteraan manusia
memang tidaklah dapat dipungkiri. Namun, manusia tidak bisa pula menipu diri
akan kenyataan bahwa iptek mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi
manusia. Dalam peradaban modern yang muda, terlalu sering manusia terhenyak
oleh disilusi dari dampak negatif iptek terhadap kehidupan umat manusia.
Kalaupun iptek mampu mengungkap semua tabir rahasia alam dan kehidupan, tidak
berarti iptek sinonim dengan kebenaran. Sebab iptek hanya mampu menampilkan
kenyataan.
Dampak positif dan dampak negatif dari perkembangan
teknologi dilihat dari berbagai bidang, yaitu :
Bidang Informasi dan Komunikasi
Dalam bidang informasi dan komunikasi telah terjadi kemajuan
yang sangat pesat. Dari kemajuan itu dapat kita rasakan dampak positifnya,
antara lain :
Kita akan lebih cepat mendapatkan informasi-informasi yang
akurat dan terbaru di bumi bagian manapun melalui internet.
Kita dapat berkomunikasi dengan teman, maupun keluarga yang
sangat jauh hanya dengan melalu handphone.
Kita mendapatkan layanan bank yang dengan sangat mudah, dan
lain-lain.
Di samping keuntungan-keuntungan yang kita peroleh ternyata
kemajuan-kemajuan teknologi tersebut dimanfaatkan juga untuk hal-hal yang
negatif, antara lain :
Pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan teroris (Sumber :
Kompas).
Penggunaan informasi tertentu dan situs tertentu yang
terdapat di internet yang bisa disalahgunakan pihak tertentu untuk tujuan
tertentu.
Kerahasiaan alat tes semakin terancam. Melalu internet kita
dapat memperloeh informasi tentang tes psikologi, dan bahkan dapat memperoleh
layanan tes psikologi secara langsung dari internet.
Kecemasan teknologi selain itu ada kecemasan skala kecil
akibat teknologi komputer. Kerusakan komputer karena terserang virus,
kehilangan berbagai file penting dalam komputer inilah beberapa contoh stres
yang terjadi karena teknologi. Rusaknya modem internet karena disambar petir.
Manusia semakin malas karena adanya barang-barang elektronik
terlebih di era modern ini perushaan alat-alat elektronik selalu berlomba-lomba
untuk membuat hal yang meringankan kinerja otak maupun fisik manusia dan sudah
menjadi hal utama sehari-hari yang dilakukan oleh seluruh mayoritas manusia
tertentu.
Bidang Ekonomi dan Industri
Dalam bidang ekonomi, teknologi berkembang sangat pesat.
Dari kemajuan teknologi dapat kita rasakan manfaat positifnya, antara lain :
Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi.
Terjadinya industrialisasi.
Produktivitas dunia industri semakin meningkat.
Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk
selalu menambah kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki. Kecenderungan
perkembangan teknologi dan ekonomi, akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja
dan kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan. Kualifikasi tenaga kerja dan
jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan akan mengalami perubahan yang cepat.
Akibatnya, pendidikan yang diperlukan adalah pendidikan yang menghasilkan tenaga
kerja yang mampu mentransformasikan pengetahuan dan kemampuan sesuai dengan
tuntutan kebutuhan tenaga kerja yang berubah tersebut.
Di bidang kedokteran dan kemajuan ekonoomi mampu menjadikan
produk kedokteran menjadi komoditi. Meskipun demikian, ada pula dampak
negatifnya antara lain: a. Terjadinya pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak
mempunyai kualifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan. b. Sifat konsumtif
sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga melahirkan
generasi yang secara moral mengalami kemerosotan: konsumtif, boros dan memiliki
jalan pntas yang bermental “instant”.
Bidang Sosial dan Budaya
Akibat kemajuan teknologi bisa kita lihat:
Perbedaan kepribadian pria dan wanita. Banyak pakar yang
berpendapat bahwa kini semakin besar porsi wanita yang memegang posisi sebagai
pemimpin, baik dalam dunia pemerintahan maupun dalam dunia bisnis. Bahkan
perubahan perilaku ke arah perilaku yang sebelumnya merupakan pekerjaan pria
semakin menonjol. Data yang tertulis dalam buku Megatrend for Women:From
Liberation to Leadership yang ditulis oleh Patricia Aburdene dan John
Naisbitt (1993) menunjukkan bahwa peran wanita dalam kepemimpinan semakin
membesar. Semakin banyak wanita yang memasuki bidang politik, sebagai anggota
parlemen, senator, gubernur, menteri, dan berbagai jabatan penting lainnya.
Meningkatnya rasa percaya diri. Kemajuan ekonomi di
negara-negara Asia melahirkan fenomena yang menarik. Perkembangan dan kemajuan
ekonomi telah meningkatkan rasa percaya diri dan ketahanan diri sebagai suatu
bangsa akan semakin kokoh. Bangsa-bangsa Barat tidak lagi dapat melecehkan
bangsa-bangsa Asia.
Tekanan, kompetisi yang tajam di berbagai aspek kehidupan
sebagai konsekuensi globalisasi, akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun
dan pekerja keras. Meskipun demikian, kemajuan teknologi akan berpengaruh
negatif pada aspek budaya.
Kemerosotan moral di kalanan warga masyarakat, khususnya di
kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan
pada upaya pemenuhan berbagai keinginan materiil, telah menyebabkan sebagian
warga masyarakat menjadi “kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani.”
Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin
meningkat dan semakin lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di
masyarakat, seperti gotong-royong dan tolong-menolong telah melemahkan
kekuatan-kekuatan sentripetal yang berperan penting dalam menciptakan kesatuan
sosial. Akibat lanjut bisa dilihat bersama, kenakalan dan tindak menyimpang di
kalangan remaja dan pelajar semakin meningkat dalam berbagai bentuknya, seperti
perkelahian, corat-coret, pelanggaran lalu lintas sampai tindak kriminal.
Pola interaksi antarmanusia yang berubah disebabkan
kehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah
mengubah pola interaksi keluarga. Komputer yang disambungkan dengan telepon
telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar.
Program Internet Relay Chatting (IRC), internet, dan e-mail telah
membuat manusia asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu, tersedianya
berbagai warung internet (warnet) telah memberi peluang kepada banyak orang
yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk berkomunikasi
dengan orang lain melalui internet. Kini semakin banyak orang yang menghabiskan
waktunya sendirian dengan komputer. Melalui program Internet Relay
Chatting (IRC), anak-anak bisa asyik mengobrol dengan teman dan orang
asing kapan saja.
Bidang Pendidikan
Teknologi mempunyai peran yang sangat penting dalam bidang
pendidikan, antara lain:
Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai
sumber ilmu dan pusat pendidikan. Dampak dari hal ini adalah guru bukan lagi
satu-satunya sumber ilmu pengetahuan.
Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang
memudahkan murid dan guru dalam proses pembelajaran. Dengan kemajuan teknologi
terciptalah metode-metode baru yang membuat siswa mampu memahami materi-materi
yang abstrak, karena materi tersebut dengan bantuan teknologi bisa dibuat
abstrak.
Sistem pembelajaran tidak harus melalui tatap muka. Dengan
kemajuan teknologi proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan
guru, tetapi bisa juga menggunakan jasa pos internet dan lain-lain. Contohnya
di Universitas Gunadarma, jika dosen berhalangan untuk hadir di kelas, dosen
bisa menggunakan Virtual Class untuk memberikan materi dan latihan
kepada mahasiswanya.
Di samping itu, juga muncul dampak negatif dalam proses
pendidikan, antara lain:
Penyalahgunaan pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk
melakukan tindak kriminal. Kita tahu bahwa kemajuan di bidang pendidikan juga
mencetak generasi yang berpengetahuan tinggi, tetapi mempunyai moral yang
rendah. Contohnya dengan ilmu komputer yang tinggi, maka orang akan berusaha
menerobos sistem perbankan dan lain-lain.
Bidang Politik
Timbulnya kelas menengah baru pertumbuhan teknologi dan
ekonomi di kawasan ini akan mendorong munculnya kelas menengah baru. Kemampuan,
keterampilan serta gaya hidup mereka sudah tidak banyak berbeda dengan kelas
menengah di negara-negara Barat. Dapat diramalkan, kelas menengah baru ini akan
menjadi pelopor untuk menuntut kebebasan politik dan kebebasan berpendapat yang
lebih besar.
Proses regenerasi kepemimpinan. Sudah tentu peralihan
generasi kepemimpinan ini akan berdampak dalam gaya dan substansi politik yang
diterapkan. Napas kebebasan dan persamaan semakin kental.
Di bidang politik internasional, juga terdapat kecenderungan
tumbuh berkembangnya regionalisme. Kemajuan di bidang teknologi komunikasi
telah menghasilkan kesadaran regionalisme. Ditambah dengan kemajuan di bidang
teknologi transportasi telah menyebabkan meningkatnya kesadaran tersebut.
Kesadaran itu akan terwujud dalam bidang kerja sama ekonomi, sehingga
regionalisme akan melahirkan kekuatan ekonomi baru.
2.5 KARYA SENI DAN SENI DALAM IBD
IBD adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan
pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan
untuk mengkaji masalah-masalah dalam kebudayaan. Istilah IBD dikembangkan di
Indonesia sebagai istilah Basic Humanities yang berasal dari istilah
bahasa Inggris “The Humanities”. Adapun istilah Humanities itu
sendiri berasal dari bahasa Latin Humanus yang bisa diartikan
manusiawi, berbudaya dan halus (fefined). Dengan mempelajari The
Humanities diandaikan seseorang ‘akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih
berbudaya dan lebih halus’.
Secara demikian bisa dikatakan bahwa The Humanities berkaitan
dengan masalah nilai-nilai, yaitu nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau
manusia berbudaya. Agar manusia bisa menjadi humanus, mereka harus mempelajari
ilmu, yaitu The Humanities di samping tidak meninggalkan tanggung
jawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri. Kendatipun demikian, Ilmu
Budaya Dasar (atau Basic Humanities) sebagai satu mata kuliah tidaklah
identik dengan The Humanities (yang disalin ke dalam Bahasa Indonesia
menjadi: Pengetahuan Budaya). Pengetahuan Budaya (The Humanities) dibatasi
sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian cabang ilmu (disiplin) seni dan
filsafat. Keahlian ini pun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai bidang
keahlian lain, seperti seni sastra, seni tari, seni musik, seni rupa, dan
lain-lain.
Kesusasteraan pada lahiriahnya merupakan wujud dalam
masyarakat manusia melalui bentuk tulisan dan juga wujud dalam bentuk lisan.
Dalam kehidupan sehari-harian, kedua-dua bentuk kesusasteraan memang tidak
terpisah daripada kita. Misalnya, kita akan mendengar musik yang mengandung
lirik lagu yang merupakan hasil sastra. Kita sendiri pula akan menggunakan
berbagai peribahasa dan pepatah yang indah-indah yang sebenarnya juga merupakan
kesusasteraan.
Bentuk-bentuk kesusasteraan. Kesusasteraan dapat dilahirkan
dalam berbagai bentuk bahasa. Secara kasarnya, ia boleh dikategorikan kepada
dua kategori yang besar menurut bentuk bahasa yang digunakan, yakni:
Prosa
Merujuk kepada hasil kesusasteraan yang ditulis dalam
ayat-ayat biasa, yakni dengan menggunakan tata bahasa mudah. Biasanya ayat-ayat
dalam kesusasteraan akan disusun dalam bentuk karangan. Prosa adalah satu
bentuk kesusasteraan yang lebih mudah dipahami berbanding dengan puisi. Contoh
bagi kesusasteraan prosa ialah: cerpen, novel, skrip drama, esai, dan
sebagainya.
Puisi
Merujuk kepada hasil kesusateraan yang ditulis dengan “tidak
menuruti tata bahasa”. Ia sebenarnya tidak terdiri daripada ayat-ayat yang
lengkap, melainkan terdiri daripada frasa-frasa yang disusun dalam bentuk
baris-barisan. Pada lazimnya, puisi merupakan bahasa yang berirama dan apabila
dibaca pembaca akan berasa rentaknya. Contoh bagi kesusasteraan puisi
termasuklah: sajak, syair, pantun, gurindam, lirik, seloka, mantera, dan
sebagainya. Ilmu Budaya Dasar dalam Kesusasteraan merupakan perpaduan unsur seni
kebudayaan dengan kehidupan manusia, dimana dalam proses kehidupannya manusia
sering kali melakukan sesuatu.
Dalam kesusasteraan dapat diperoleh berbagai gubahan yang
mengungkapkan tentang nilai budaya yang menjadi komponen penting dalam
pengajaran Ilmu Budaya Dasar. Salah satu bentuk sastra itu adalah puisi, dalam
arti bahwa pembahasan puisi dalam rangka pengajaran IAD tidak akan diarahkan
pada tradisi pendidikan dan pengajaran sastra dan apresiasinya yang murni.
Puisi itu akan dipakai sebagai media dan sekaligus sebagai sumber belajar
sesuai dengan tema-tema pokok bahasa yang terdapat pada IAD.
Di samping puisi, dalalm kesusasteraan dikenal juga bentuk
drama sebagai wujud karya fiksi yang prosais.
IBD yang Dihubungkan dengan Prosa
Istilah prosa banyak persamaannya. Kadang-kadang disebut narrative
fiction,prose fiction atau hanya fiction saja. Dalam bahasa
Indonesia, prosa diterjemahkan menjadi cerita rekaan dan didefinisikan sebagai
bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pameran, lakuan, peristiwaan
alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi. Dalam kesusasteraan Indonesia
terdapat prosa lama dan prosa baru.
Nilai-nilai dalam Prosa Fiksi
Ilmu Budaya Dasar lebih menitikberatkan manusia dengan
segala persoalannya. Manusia dan cinta kasih, keindahan, penderitaan dan
keadilan. Manusia dan pandangan hidup, tanggung jawab, pengabdian, kegelisahan,
manusia dan harapan.
Karya sastra dapat dibagi menjadi dua. Karya sastra yang
menyuarakan aspirasi zamannya dan karya sastra yang menyuarakan gejolak
zamannya. Karya sastra yang menyuarakan aspirasi zamannya mengajak pembaca
untuk mengikuti apa yang dikehendaki zamannya. Sedangkan karya sastra yang
menyuarakan gejolak zamannya mengajak pembacanya untuk merenung.
Pada hakikatnya manusia dan budaya tak akan pernah lepas. Di
mana ada manusia pasti akan terbentuk sebuah kebudayaan. Di mana para manusia
membuat suatu karya seni, bahasa, agama, dan lain-lain. Kebudayaan tersebut
juga akan berubah seiring dengan bertambahnya waktu. Secara sederhana, manusia
adalah pelaku budaya, sedangkan budaya adalah objek yang dilakukan oleh
manusia.
Adapun nilai yang bisa diperoleh dari sastra adalah:
Kesenangan
Infomasi
Memberi warisan kultural.
Memberi keseimbangan wawasan.
Kebudayaan diciptakan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan
pokok hidupnya, terutama kebutuhan fisiknya. Setelah kebutuhan pokok dapat
dipenuhi, manusia menciptakan kesenian yang merupakan salah satu kebutuhan
psikisnya yang tercukupi dari rasa indah (seni rasa indah).
Kesenian bagian kecil dari kebudayaan. Kesenian merupakan
kelanjutan dari kebudayaan. Pada umumnya, kesenian dapat dinikmati oleh manusia
melalui dua macam indranya, yaitu indra mata dan indra telinga, atau keduanya
secara serentak. Keindahan dalam hubungannya dengan kedua macam indra itu,
dibedakan atas tiga macam yaitu: seni rupa, seni suara, dan seni pertunjukan.
Karya seni kita katakana memberikan keindahan kepada manusia
dan menyuguhkan ide-ide baru yang harus dimengerti dan mungkin direnungkan
ataupun ada yang harus dibahas kehebatan isinya.
Kesenian dapat memberikan suguhan bagi kehidupan kejiwaan
orang karena yang menjadi sasaran atau objeknya kehidupan alam luas dan
kehidupan manusia, individual, maupun kelompok, serta nilai-nilai dan sebagainya.
Fungsi seni/kesenian artinya, hasil pengamatan orang terhadap apa yang dapat
diberikan oleh karya-karya kesenian bagi kehidupan manusia;
Memberikan rasa keindahan.
Memberikan tunjangan dan bantuan untuk memberi warna indah
dari karya-karya yang non-seni.
2.6 STUDI KASUS
Manusia sebagai subjek selalu melakukan penelitian dan percobaan dalam bidang
sains dan menggunakan teknologi dan seni yang maju untuk memperoleh
penemuan-penemuan baru yang mengubah dunia. Sedangkan manusia sebagai objek
mudah tergoda dengan sesuatu yang baru dengan minat yang tinggi menggunakan
penemuan-penemuan baru tersebut sehingga mempermudah proses pengubahan dunia.
Sebagai contoh, kini banyak aplikasi terbaru yang dibuat oleh manusia melihat
dari kebutuhan masyarakat. Dengan adanya aplikasi tersebut, para konsumen bisa
memenuhi kebutuhannya terhadap sesuatu, kapan pun dan di mana pun. Seperti
aplikasi Waze yang bisa memperlihatkan jalan ke suatu tempat,
kemacetan di suatu tempat, polisi, dan bisa memperkirakan pukul berapa kita
sampai di tujuan. Walaupun bukan sebuah mesin, namun penemuan terhadap
pengunaan aplikasi tersebut yang dirasa sangat mengesankan.
Namun kebanyakan
manusia sebagai objek tidak bisa mengonsumsi iptek secara bijaksana, akibatnya
banyak terjadi penyalahgunaan iptek. Contohnya seseorang ketergantungan memakai waze,
tiba-tiba aplikasi wazesedang dalam masalah dan memberikan rute yang
salah. Bukannya menolong, tetapi bisa membawa malapetaka. Untuk itu bagi para
objek atau konsumen iptek, harus lebih bijaksana dalam mengonsumsi teknologi
baru. Juga untuk para subjek atau pembuat teknologi agar lebih berhati-hati
dalam menciptakan penemuan baru.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 KESIMPULAN
Manusia adalah makhluk hidup yang mempunyai rasa ingin tahu yang sangat besar.
Bermula dari rasa ingin tahu manusia mencari ilmu pengetahuan yang terdiri dari
ilmu social science (ilmu pengetahuan sosial) dan natural
science(ilmu pengetahuan alam). Kemudian dari ilmu pengetahuan tersebut,
manusia belajar menciptakan teknologi. Teknologi adalah keseruhan sarana untuk
menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan
hidup manusia. Teknologi yang diciptakan manusia dengan kreativitasnya semakin
hari semakin maju dan memberikan dampak positif juga negatif bagi manusia.
Manusia sebagai subjek adalah manusia yang menciptakan sesuatu penemuan baru.
Manusia sebagai objek adalah yang memakai atau menggunakan penemuan tersebut.
Dampak positif dari teknologi itu antara lain adalah semakin dekat jarak antar
manusia, semakin cepat dan mudah suatu pekerjaan terselesaikan, dan masih
banyak lagi. Dampak negatifnya adalah manusia menjadi malas dan ketergantungan
dan penyalahgunaan teknologi tersebut.
Semuanya kembali kepada diri kita sendiri sebagai subjek maupun objek. Mau
menciptakan sesuatu yang positif dan berguna bagi banyak orang atau menciptakan
sesuatu yang negatif yang merusak banyak orang. Juga mau menggunakan penemuan
secara positif atau negatif.
3.2 SARAN
Sebagai manusia yang terpelajar dan terlatih, gunakanlah kemampuan kita untuk
menciptakan sesuatu yang positif dan berguna. Jangan sampai kemampuan kita
digunakan untuk hal-hal negatif. Lalu sebagai manusia yang memiliki prinsip dan
pikiran yang sehat, gunakanlah sesuatu secara bijak dan positif.
DAFTAR PUSAKA
http://nissabatubar.blogspot.co.id/2015/03/manusia-segai-objek-dan-subjek-iptek.html
Nasution, Muhammad Syukri Albani, dkk..2016.Ilmu Sosial
Budaya Dasar.Jakarta : PT RajaGrafindo Persada